Selasa, 29 Desember 2020

PENGHUJUNG TAHUN

 Hmmmm...

    Mau bicara apa ya tentang 2020??? Tahun dimana semua proses dan sendi gerak kehidupan berputar secara drastis tanpa terdeteksi dan tanpa tersadari. Semua hal yang awalnya berjalan lancar seperti biasanya berubah menjadi kehidupan baru dengan transisi yang mungkin sulit namun bisa dilewati dengan berjalannya waktu. Kegiatan yang awalnya berjalan dengan damai dan terplanning baik, berubah menjadi rencana yang gagal direalisasikan atau bahkan ditunda terlebih dahulu sampai batas waaktu yang sampai sekarang kita tidak tau kapan berakhir. Pandemi??? Selama 26 Tahun baru kali ini merasakan betapa berharganya sebuah waktu, berapa besarnya kuasa sang pencipta dan berapa kecilnya diri kita dimuka bumi. Manusia diingatkan kembali siapa sebenarnya dirinya? untuk apa manusia diciptakan? dan bermuhasabah dengan apa yang telah dilakukannya. Pelik memang mengingat waktu demi waktu di tahun ini, rasa bosan, terbatas, terpenjara, dan ingin mengatakan freedom kembali seperti sebelumnya. Akan tetapi belum waktunya untuk berucap itu. Manusia diajarkan kembali untuk memulai hari baru, kegiatan baru dengan cara yang baru. Sulit memang pada awalnya tapi setelah transisi dijalankan lama kelamaan mulai terbiasa, akan tetapi tidak semua hal bisa dilewati. Contohnya waktu bersama keluarga, bertemu keluarga, pulang kampung halaman, nongkrong bareng teman, dan lain-lain masih tetap terbatas. Bagaimana kita menahan ego untuk saling melindungi satu sama lain agar semua kembali normal lagi.

    Pada tahun ini kita sudah mulai mengerti mulai memahami apa arti waktu yang sebenarnya, poin penting dalam pembelajaran ditahun ini. Pentingnya waktu dan pentingnya mengatur waktu menjadi pembelajaran yang harus terus diingat sampai langkah kedepan. Semakin kesini kita semakin sadar dan banyak sekali evaluasi diri, banyak juga hal baru yang dilakukan bahkan diciptakan mulai dari usaha baru, hobbi baru, kegiatan baru sampai tren terbaru juga ada ditahun ini. Awalnya kita memandang tahun suram, tahun mati suri kalau gw boleh bilang, kenapa? harus gerak walaupun sebenarnya mati. Harus terus berjalan walapun kondisi tak menentu dan tak bisa diprediksi lagi untuk saat ini. Tahun yang akan jadi cerita panjang dalam sejarah manusia dimuka bumi ini, tahun yang menjadi history anak cucu nanti. Tuhan memang sudah merencanakan ini semua, merencanakan hal yang tidak aka pernah kita duga sebelumnya (pastinya yang terbaik). Sebenernya ditahun ini kita sendir yang harus sadar dan mengenali siapa sebenarnya diri kita, baik dari potensi kemampuan, pengembangan diri, inovasi, kreatifitas,keseimbangan diri dan lain-lain. Atau mungkin ditahun ini manusia sudah mulai lupa dengan siapa penciptanya, yang membuat manusia berambisius menciptakan apapun yang belum pernah ada bahkan tak sadar siapa sebenernya pencipta sesungguhnya. Kalau kita telisik dari sudut pandang gw sendiri sebenernya ulah kita sendiri terhadap manusia, hewan, tumbuhan, waktu dan lain-lain. Mulai dari merusak, merekayasa, membual, dan lainnya yang sebenarnya itu dampak buruk bagi manusia sama halnya pisau bermata dua kembali ke diri sendiri.Contohnya di China yag akhir-akhir ini ramai menciptakan matahari yang panasnya dikatakan melebihi matahari, kalau kita berpikir logis untuk apa? kita sudah punya matahari yang berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan manafaat yang luar biasa kenapa gak kita jaga saja lingkungan untuk menjaga matahari juga. Manusia hanya berpikir keuntungan kedepan padahal dampaknya jika ada problem ditengah proyek pembuatan apa gak meledak itu seluruh dunia  gara-gara ulah kita sendiri. Berinovasi dan memiliki kreatifitas boleh tetapi dipikir kembali resiko yang akan didapatkan nantinya. Ketentuan yang sudah ada mari kita jaga bukan menciptakan duplicate atau hal baru yang menentang atau bahkan manantang ciptaan sang pencipta. Miris memang jika kita melihat ulah kita sendiri, maka dari itu pentingnya agama untuk mengkontrol perilaku manusia itu sendiri tidak berlebihan dan tamak akan suatu hal.

    Tahun 2020 sudah kita lewati diujung hari segera kita akan menyongsong 2021 kita tidak tahu ada hal apa yang akan terjadi tapi yakinlah diri kita mampu melewati. Masih akan sama diawal tahun kita memiliki pola yang sama ditahun sebelumnya, kebiasaan baru yang menjadi keharusan dan kewajiban yang tak bisa ditinggalkan. Mari bersama kita bermuhasabah yang utama kediri kita sendiri akan hal aa yang ingin kita perbaiki dan hal apa yang akan kita jalankan kedepan dengan menambahkan faktor baru disemua hal (protokol kesehatan). Berdoa kembali kepada sang pencipta agar ditahun depan kita diberikan waktu yang lebih baik dari tahun sebelumnya, kenikmatan yang lebih baik lagi dan keberkahan dalam setiap langkah kita (jangan lupa bersyukur). Manusia memang tempat salah, tamak, dan rakus akan semua hal tapi manusia diciptakan dengan derajat yang baik dan tinggi untuk selalu memoghon ampun, mengevaluasi dan memperbaiki serta tidak ingin melakukannya kembali (Taubat). Tahun istimewa seperti hal nya slogan Yogyakarta, menjadikan tahun ini menjadi sejarah baru buat penulis terutama dan tentunya sejarah panjang peradaban manusia. 


"Penghujung tahun 2020 menciptakan story masing-masing orang, meciptakan apa yang belum pernah diciptakan sebelumnya, dan menyadarkan manusia tentang eksplorasi diri dalam hati"



Minggu, 20 Desember 2020

HANYA RESAH

Apa seh kerjaan Lu saat ini? 
Merasa nyaman gak seh sama kerjaan sekarang?
Udah dapet pengalaman apa aja seh?
Masalah Pendapatan bagaimana?
Jenjang karir seperti apa? 
Kalau masalah libur gimana? 
dan lain-lainnya....

    Banyak gak seh pertanyaan seperti ini baik dari diri sendiri, teman, keluarga atau bahkan orang lain. Kalau dari gua sendiri sangat kerasa akan hal apalagi pekerjaan yang tak selintas dengan hal yang kita sukai atau bidang yang dipelajari sebelumnya. Sudut pandang gua sendiri seh memang kurang nyaman akan hal ini, tekanan bagi diri sendiri ketika gak bisa beradaptasi dan berkembang, kurangnya support, kurangnya apresiasi, kurangnya liburan bahkan membaut gua sendiri stress. Banyak waktu yang gua curahkan hampir 70% sendiri maybe untuk kerjaan bahkan waktu untuk berkumpul dengan kelaurga bisa dibilang 5% dari waktu hidup setelah bekerja itupun menurut gua 5% sudah gede dan bersyukur banget kalau bisa begitu. Banyak waktu yang kita habiskan untuk bekerja tapi tidak ada hal baru yang buat kita berkembang, hanya rutinitas pagi pulang sore berganti hari sampai akhirnya bertemu dengan weekend. Weekend libur memang tapi titik sadar berkata "capek ya pulang kerja, udah ah istirahat aja besok juga udah masuk lagi". Pasti ada momen seperti itu dalam diri gua sendiri, entah karena ego sendiri, kemalasan sendiri, atau bahkan memang tingkat stress dari sebuah pekerjaan. Sulit memang kalau dilihat dari sudut pandang sendiri pasti diri sendiri inginnya nyaman dan tenang tapi sulit untuk ditakar.
    Pekerjaan yang dilakukan dikantor selesai apa benar sudah selesai?...
Pernah gak lu ditelfon jam 22.00, 23.00, 24.00 WIB buat ngomongin kerjaan dan masih kena omel kanan kiri, paling parahnya lagi waktu weekendmu diambil untuk ngurusin kerjaan ditelfon sana sini berucap buka email, kirim data ini, kerjain ini cepet dan lain-lain. Kalau gua bisa bertemu dengan orang-orang seperti ini gua pengen ngomong tapi sesama manusia biasa " apa seh yang sebenernya dicari sampai mengorbankan waktu untuk istirahat, waktu untuk kumpul dengan keluarga, waktu untuk melepas penat 6 hari di kantor, pernah gak seh berpikiran segitunya untuk semua orang dalam posisi apapun. Apa benar kata orang-orang "kamu kerja sekeras apapun sampai habis waktumu tapi ketika lu sakit atau bahkan sampai meninggal keluargamu yang sedih udah jarang ketemu sekalunya berkumpul dalam dimensi lain, sedangkan perusahaanmu seperti apa? mencari karayawan baru untuk menggantikan dirimu" just it selesai. Sekarang tinggal diri kita masing-masing udah bagaimana mengatur waktu tapi yang harus disadari memang mencari penghasilan untuk keluarga tapi ketika diri kita sendiri tidak bisa menikmati tubuh sendiri dengan keluarga ya apa jadinya tidak ada bukan.
    Hal seperti ini berdasarkan perasaan gua saja, kegelisahan yang gua alamin saat ini dan belum membayangkan juga ketika nanti berkeluarga apakah pola pikir ini berubah atau tidak. Kalau menurutku pribadi memang manusia itu penuh ambisi tapi kalau dipikir lebih dalam lagi apakah ambisi itu mempengaruhi diri atau gaya hidup atau bahkan ambisi itu yang membuat kita terpacu, atau ambisi juga yang membuat manusia menjadi seperti gua saat ini stress dengan kegelisahan sendiri. Apa Gua gak bersyukur ada kerjaan dan diposisi ini, pasti gua bersyukur kok walapun masih ada pikiran seperti ini, cuma mungkin ini jadi cambuk utnuk gua pribadi melihat dari berbagai macam sudut pandang. Tapi yang harus gua tekankan ketika seseorang memimpin apapun perusaahannya atau usahanya coba lihat kembali dasar kalian melangkah itu dari bawah bukan dari atas, pondasi yang kokoh itu dari bawah bukan dari atas. Ketika pindasi atau langkah dbawah aja diabaikan ya siap runtuh, ketika dibawah digempur berlahan ya akhirnya retak dan roboh. Ketika pondasi tak dihargai baik ya akhirnya mangkrak tidak terurus lekang dengan waktu. Halah paling mentalmu aja yang tempe lemah??? mungkin seperti itu sudut pandang lain,ada benarnya juga seh. Tapi ketika orang yang diatas berucap seperti itu kebawah gua yakin gak lama lah semua yang orang harapkan tak akan pernah tercapai akhirnya rapuh dan runtuh karena tak menghargai dan tak menengok siapa pondasinya yang buat dia menancapkan bendera diatas.
    Hal terbaik menurut gua memang kerja untuk diri sendiri, menghasilkan untuk diri sendiri, cukup tanpa memandang gaya hidup, mengatur waktu dengan baik, bercerita bertukar argumen dan opini dengan keluarga, menghabiskan waktu mundur kita dengan orang yang selalu ada disamping kita setiap detiknya cukup buat kita menyadari apa sebenarnya tujuan hidup. CUKUP cukup untuk mengerti apa tujuanmu.


Kamis, 17 Desember 2020

APES KURANG BERUNTUNG

 Seseorang pernah berkata, "ahhh kurang beruntung hari ini apes semua yang direncanakan gagal".

    Sering gak seh kita dengar orang ngedumel seperti itu dikehidupan sehari-hari?. Pastinya banyak banget dan sering banget orang mengeluh seperti itu. Seseorang menganggap dirinya kurangberuntung atau bahkan apes dengan kejadianyang sedang menimpa dirinya. Keluhan-keluhan yang sering terucap tanpa kita sadari menurunkan derajat kita sendiri dan tanpa kita sadari pula omongan kita adalah doa untuk diri kita sendiri. Apakah hal ini wajar? Sebagai manusia tentunya tidak kaget lagi dan wajar melihat tabiat manusia itu sendiri yang sering mengeluh. Manusia diciptakan dengan kesempurnaan pada dirinya (fisik) tinggal bagiamana kita memperbaiki karakter dan sifat pada diri manusia. Ada masanya mengeluh tapi ada masanya juga segera sembuh dan tegak kembali untuk memperbaiki. Terkadang kita juga lupa sering banyak mengeluh tanpa adanya introspeksi pada diri sendiri yang membuat diri sendiri akhirnya jatuh. Hati-hati juga dalam setiap apa yang kita ucap, mengandung doa untuk diri sendiri berucaplah dengan ucapan yang terbaik agar ucapan itu jadi doa bagimu dan penyemangat dirimu.

    Pada dasarnya memang sifat manusia seperti itu, ada kalanya juga memang kejadian yang kita alami tak sesuai dengan apa yang sudah kita perjuangkan. Akan tetapi jika kita mencoba melihat lebih dalam ke sudut pandang yang lain pernah gak seh kita berpikiran, mungkin ini belum saatnya? mungkin masih banyak kesalahan? mungkin masih belum siap? dan berbagai banyak mungkin yang lain. Tanpa disadari juga rencana manusia tak lepas dari campur tangan sang pencipta, mungkin seseorang sudah merencanakan yang terbaik disaat itu tapi sang pencipta menahan dulu dan akan memberikan yang lebih baik dari hal tersebut. Mungkin kita disuruh utnuk berpikir lebih lagi utnu memperbaiki kesalahan yang menurutmu sempurna tapi disisi orang lain belum. Mungkin juga dirimu sendiri belum siap untuk menjalankan hal tersebut masih butuh belajar dan mendalami hal itu. Kenapa jadi banyak mungkin heee, nanti jadi menjatuhkan mental dan semangat kita?. Menurutku gak, tinggal bagaiaman kita bersikap menjadikan keraguan pertanyaan dengan hal positif untuk perbaikan atau melihat dari sisi negatif yang akhirnya menjatuhkan. Pilihan tetap ada pada diri masing-masing, dan seseorang dibentuk bukan karena selalu berhasil 100% dan tak pernah gagal maybe ada tapi 0,000001% (orang dalam). Pada umumnya dan sebagian besar seseorang dibentuk karena timpaan kegagalan yang merubah cara berpikir dan caara pandang orang tersebut untuk menghabiskan sisa gagalnya demi keberhasilannya. 

    Apes memang ketika kita menyalahkan kondisi, tanpa kita menilik seberapa banyak kondisi lain yang memberikan warna dalam diri sendiri. Kondisi dimana lebih banyak hal baik yang kita terima tapi diacuhkan oleh hal kecil yang tak sesuai dengan kenyataannya. Apes memang ketika seseorang hanya memandang sedikit persoalan tapi lupa banyak solusi dari persoalan. Apes memang ketika tanpa kita sadari diri kita bergelut dengan emosi, pikiran, ego dan sifat yang ada di diri manusia itu sendiri. Apes memang memikirkan banyak hal yang sebenarnya kita sendiri yang menciptakan.


"Dirimu jadikan kuat dalam ragamu, jadikan kokoh pada prinsipmu, jadikan kreatif pada otakmu, jadikan taat pada penciptamu"


    

Rabu, 09 Desember 2020

KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN DIRI

 Kreativitas atau Kreatifitas heee...     

    Kalau dalam KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia) Kreativitas yang artinya kemampuan untuk menciptakan sesuatu. Kreativitas sendiri muncul dari dalam diri seseorang ketika seseorang tersebut memiliki pemikiran dan kemampuan untuk melihat peluang yang belum ada pada diri sebelumnya. Kalau menurut gue semua orang memiliki kemampuan ini dan kemampuan ini sendiri bisa dipelajari dan diciptakan oleh diri sendiri bukan dari bawaan lahir atau keturunan. Kreativitas bebas diciptakan oleh seseorang selagi itu memberikan dampak baik dan dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya. Selama manusia ingin selalu mengembangkan diri dan melakukan perbaikan atau bahasa sekarangnya upgrade apapun itu pasti akan muncul pemikiran kreatif dan terobosan-terobosan baru yang sebelumnya belum pernah dilakukan oleh orang tersebut. Apakah kreativitas itu muncul dengan sendirinya? Atau bahkan kreativitas itu diwariskan dari kelaurganya atau Gen? atau bahkan ada fakta lain tentang kreativitas?. Banyak ternyata yang harus dipelajari tentang hal ini, termasuk bagaimana kita mengembangkan jiwa kreatif dalam diri.

    Menurut gue sendiri, Kreativitas sebenernya bukan muncul dengan sendirinya mungkin ada juga beberapa yang seperti itu. Tapi selam perjalanan yang gue lewatin jiwa kreatif itu mncul ketika ada pemantik atau seseorang terpacu untuk bergerak melakukan sesuatu. Pada intinya diri seseorang melihat peluang dan ingin menjalankan peluang itu guna untuk mengasah kemampuan diri sendiri. Contohnya, seseorang melihat keindahan foto naik dari design, objek atau bahkan pengeditan dan lain-lain, nah dari situ orang tertarik untuk melakukan hal yang sama akan tetapi dengan versi diri sendiri. Ketika dia tertarik dan ingin belajar maka disitu muncul benih kreatif yang perlu dia kembangkan untuk menciptakan hal yang sama atau bahkan hal baru yang belum pernah orang lakukan sebelumnya, sehingga membuat orang tersebut berpikir kreatif dan muncullah kreativitas pada diri sendiri. Menciptakan jiwa kreatif banyak cara tergantung bagiamana seseorang itu mengembangkan kemampuan diri untuk mau berporses dalam hal apapun. 

   Pada dasarnya Kreativitas bukan terbentuk karena Gen atau warisan dari orang tuanya, tapi lebih ke proses pencarian seseorang menemukan jati dirinya sendiri. Mungkin juga ada beberapa tapi itu pun menurut gue mereka melihat kegiatan sehari-hari orang tuanya sehingga mereka melakukan hal yang sama untuk membentuk dirinya. Kembali lagi memang kreativitas muncul ketika seseorang memiliki keinginan dan ada peamantik untuk melakukannya. Kreatvitas bisa dibentuk, bisa dipelajari, dan bisa dikembangkan untuk membuat diri kita sadar siapa sebenernya jati diri kita sendiri. Apa yang akan dilakukan untuk menobatkan siapa dirinya, menciptakan sesuatu yang berguna bagi dirinya dan bahkan untuk orang lain disekitarnya. Seru memang pengembangan diri terutama pengembangan jiwa kreatif soalnya kalau menurut gue sendiri kreatif itu gak ada batasan dan kreatif itu sendiri tidak memiliki tolak ukur selagi itu membuat seseorang melakukan hal baru atau upgrade sesuatu yang baru dalam dirinya itu sudah termasuk dalam jiwa kreatif. Mencoba menjadi jiwa kreatif pada diri sendiri terlebih dahulu baru kemudian menjadi kreatif yang bermanfaat bagi banyak orang.

    Apakah ada fakta-fakta menarik tentang kreativitas? Pastinya banyak sekali. Tidak dipungkiri memang kreativitas itu muncul di setiap jiwa seseorang tanpa terkecuali, yang membedakan hanya bagaimana seseorang itu menjalankan pola pikir kreativitasnya. Ada kasus umum mungkin yang kita sering tau bahkan dengar, seseorang memiliki jiwa kreatif bahkan bisa jadi bakat dirinya sendiri akan tetapi dia memiliki sifat yang malsa dan tidak mau menjalankan atau mengembangkan jiwanya yang kemudian lama kelamaan kreativitas pada dirinya hilang. Bahkan sebaliknya seseorang tak memiliki bakat atau pemikiran kreatif sebelumnya mencari tau apa yang ada pada dirinya dan diluar sana yang bisa dikembangkan dan dilakukan pada dirinya akhirnya muncul ide-ide yang diluar nalar dia sebelumnya. Ada juga yang memiliki jiwa kreatif tapi tidak ada perantaranya untuk menuangkan kreasi dia, tapi menurutku ini seharusnya tidak membatasi kita untuk berhenti berkreasi selagi ada celah walaupun kecil tapi jiwanya teguh pastinya ada jalan. Ini kasus yang umum terjadi pada sekeliling kita saat ini yang mana memang kita sendiri yang harus menggerakkan tubuh dan pemikiran kita sendiri untuk melakukan pembaruan pada diri sendiri. Membuat kemampuan diri lebih meningkat, menciptakan kemampuan diri yang sebelumnya belum ada, dan membuat orang lain merasakan dampak dari perubahan yang kita lakukan.     

       Pesan terakhir dari gue, jangan sering mendengarkan omongan orang lain terutama yang negatif kita harus pintar-pintar dalam menyaring mana hal positif yang bisa kita ambil dan mana hal negatif yang akan kita buang. Jangan sekali-kali menerima semua informasi dan memikirkan semuanya dengan mentah coba cari terlebih dahulu faktanya. Gak lama kok mencari tau kebenaran atau fakta di era sekarang dengan akses yang mudah dilakukan. Kenapa seperti ini biar kita menerima hal positif untuk pengembangan diri dan sekedar tau hal negatif yang harus kita hindari. Kalau seseorang memikirkan semuanya maka akan menjadi penghalang pada diri sendiri rasa takut, minder, ego, dan lain-lain membuat diri kita tidak mau berjalan. Tapi ketika kita bisa menyaring informasi dengan baik akan muncul ide-ide baru, mau mempelajari hal yang belum pernah dipelajari dan tidak segan ketika sudah tau akan segera menerapkannya pada diri sendiri terlebih dahulu sebelum ke orang lain. Sangat penting sekali bagiamana kita menemukan jiwa kreatif ini pada diri sendiri, ada berbagai macam faktor dari internal diri sendiri bahkan dari eksternal yang memberikan hal negatif sehingga menghambat diri sendiri untuk melakukannya. 

        Memiliki kemampuan diri, memiliki jiwa kreatif penting dalam era saat ini, dengan perubahan hal apapun yang sangat cepat membuat kita berpikir keras untuk bisa mengembangkan diri sendiri. Selama kita tidak bisa mengupgrade diri sendir lama kelamaan diri kita terkikis dan tidak siap dalam mengahadapi hal baru diluar sana. Maka dari itu mari kita bersama saling mengenali diri, belajar dan menciptakan diri kita untuk siap mengahadapi hal yang ada didepan yang sampai saat ini kita belum tau apa yang akan terjadi didepan kita. Lebih bagus lagi kita bisa merencanakan apa yag aka  dilakukan kedepan dan apa yang akan terjadi dimasa depan, disini tingkat reativitas kita mulai ditingkatkan. Gue sendiri sebenernya sadar akan hal ini ya baru beberapa bulan yang lalu tentang kreativitas, dimana kalau kita lihat sekarang dunia industri kreatif marak dan hampir disemua hal pasti memiliki kreasi masing-masing. Nah dari situ gue berpikir apa yang bisa gue lakuin buat memperbaiki kemampuan gue. Memang bertanya pada diri sendiri itu penting dan perlu, pertanyaan-pertanyaan apapun itu selagi kita bisa lakukan dan pelajari jalankan tapi inget jangan sampai kita sendiri memiliki banyak pertanyaan tapi malah bikin kita bingung menjawab dan menjalankan. Dan yang paling penting lagi coba apresiasi diri kita, sudah sejauh ini diri kita berada dititik ini dengan kondisi senang, bahagia, sedih, kecewa, sakit dan lain-lain masih tegak beridiri dan kuat untuk terus berjalan. Semua hal kompleks dan salig berhubungan jika salah 1 hal penting dari diri kita yang rusak atau putus maka tak akan berfungsi normal kembali untuk kedepannya. Tetap kenali diri sendiri, ingat pada prinsip diri sendri, lakukan hal apapun selagi itu baik buat dirimu, tidak merugikan orang lain dan bertanggung jawab dengan apa yang dilakukan, terakhir iringi dengan doa mu. Jadikan hal positif untuk memicu mu dan jadikan hal negatif pembelajaran untuk kau hindari.


"Kreativitas tak kan pernah mati selagi jiwa kita masih dapat bergerak, Kemampuan diri tidak akan pernah berhenti selagi diri kita tau siapa diri sendiri". 


Sabtu, 05 Desember 2020

MOTIVASI DIRI ANTARA SOLUSI DAN ACTION

"MOTIVASI DIRI" Apa sebenarnya motivasi diri???
Kalau dalam kamus bahasa indonesia mungkin bisa diartikan dorongan, atau hasrat atau bahkan keinginan terbesar diri seseorang untuk mencapai sesuatu. Tapi ada gak seh sebenernya arti lain dari motivasi diri? ada juga gak seh bentuk motivasi seperti apa? atau bahkan kita belum mengerti betul motivasi diri itu apa?. Menarik untuk dikulik lebih dalam mengenai motivasi diri kenapa di judul ditambahkan antara saran dan action tambah seru lagi pastinya. Coba kita bedah satu persatu kenapa hal ini penting untuk dibahas,tetapi ini hanya gambaran gue aja ya pastinya semua orang punya gambaran dan opininya masing-masing tentang hal ini.
    Apa itu motivasi? menurut gue sikap atau tindakan yang bisa buat diri seseorang tergugah baik itu dari diri sendiri atau bahkan masukan dari orang lain untuk melakukan sesuatu. Kenapa bisa diartikan seperti itu, menurut gue setiap orang punya cara masing-masing untuk membangunkan dirinya dari tidur atau rasa kurang percaya diri pada diri sendiri lewat motivasi ini. Bahkan dalam beberapa kasus orang lain termotivasi ketika dia mendengar saran atau tindakan orang lain yang akhirnya dia tergugah untuk melakukan hal itu juga tergantung case dan pribadi seseorang sendiri. Kalau gue melihat dari perspektif pribadi sebenernya kita sudah tau bagiaman cara memotivasi diri sendiri akan tetapi terkadang butuh penggugah dan butuh contoh untuk meyakinkan diri kita kalau pemikiran kita itu benar dan siap untuk dijalankan bener gak seh?. Kalau dari case ini berarti diri kita kurang percaya diri dengan diri sendiri, belum percaya dengan kemampuan dan analisa diri sendiri sehingga membutuhkan perantara untuk yakin apa yang akan dilakukannya benar. Tapi masalahnya belum selesai sampai disini, ketika sudah mengenali apa itu motivasi pastinya apa saja bentuk motivasi itu.
    Bentuk Motivasi ada berbagai hal tapi yang saya garis bawahi ada 2 yaitu motivasi diri sendiri dan motivasi dari orang lain. Motivasi diri sendiri pastinya dorongan kuat dari pribadi seseorang itu sendiri untuk melangkah. Ketika orang tersebut tau apa yang harus dikerjakan dan apa yang harus diperbarui pada dirinya maka dia langsung menjalankan pikiran dia sendri tanpa menghiraukan variabel eksternal. Beda dengan motivasi dari orang lain, emmang ujungnya motivasi ini untuk diri sendiri akan tetapi cara actionnya berbeda. Seperti yang sudah gue jelasin diatas tipe motivasi ini membutuhkan perantara untuk melakukan perubahan itu. Seseorang sudah mengetahui apa yang harus dilakukan akan tetapi menunggu atau mencari contoh real terlebih dahulu untuk memulai. Mana yang terbaik diantar 2 motivasi tersebut? Kalau menurut gue semuanya baik kok soalnya orang mau menjalankan, tetapi menjadi kurang baik ketika action itu lemah sudah ada motivasi tetapi orangnya tak mau menjalankan itu yang salah. Kembali ke tujuan awal motivasi sendiri untuk melakukan sesuatu sehingga kalau orang sudah termotivasi tapi tidak menjalankan tujuannya ya sama aja motivasi gak berjalan.
    Ada banyak kasus memang walaupun gue kagak riset dengan kuisoner tapi melihat dari pola hidup orang sekitar yang belum mengenali motivasi terutama gue juga. Contohnya seperti ini ada orang sedang mengalami masalah dia tau apa yang harus dikerjakan akan tetapi dia ragu akhirnya dia cerita ke sahabatnya untuk menemukan solusi atau saran. Pasti sebagian besar orang pernah mengalami ini, nah dari sini kita dapat analisa bahwa sebenernya orang ini sudah mengetahui apa yang harus dilakukannya tapi ketika dia belum yakin dia membutuhkan orang lain untuk meyakinkan argumennya. Kita juga harus pandai melihat atau bahkan menanyakan diawal ketika ada teman atau sahabat yang curhat ke kita coba ditanyakan terlebih dahulu sebenernya dia curhat itu hanya ingin didengarkan atau dia meminta saran ke kita untuk masalahnya. Terkadang kita juga sulit menganalisa hal ini, main asal kasih saran tapi ternyata sebenanya orang itu hanya butuh didengarkan saja tak butuh saran soalnya dia sudah tau apa yang harus dilakukan atau kita bertindak sebaliknya membutuhkan saran tapi kita hanya mendegarkan saja.
    Motivasi memang kembali ke diri atau pribadi masing-masing, dan kodratnya manusia diberikan pola pikir untuk menemukan solusi dari segala masalah yang dijalani. Walaupun nantinya dalam pengaplikasiannya bisa dari dalam diri sendiri atau lewat perantara. Ada tipikal orang yang memiliki saran atau solusi yang bagus tapi actionnya kurang atau bahkan sebaliknya saran dan solusinya masih bayangan belum tampak tapi ketika muncul dia langsung action tanpa ragu lagi untuk menjalankan solusi itu. Tipikal yang berbeda memang tapi kasusnya sama tinggal endingnya nanti yang menentukan back to yourself dan kepercayaan diri seseorang itu penting. Mencoba mengenali diri sendiri, berdamai dengan diri sendiri, mengapresiasi diri sendiri itu penting untuk mengetahui dan mencari tau solusi dari segala masalah dalam diri seseorang. Selama kita masih belum berada di titik diri sendiri sulit untuk mengetahui seberapa dalam dan apa yag dibutuhkan diri kita untuk kedepannya. 
    Antara solusi dan action harus seimbang dan berjalan beriringan itu yang tepat, akan tetapi tidak dipungkiri manusia seperti ini sulit dan sedikit yang sudah menemukan jatidrinya. Tetap membutuhkan contoh dan bahkan membutuhkan perantara akhirnya untuk memotivasi diri.Tapi tidak ada salahnya kita mencoba untuk menyeimbangkan keduanya dengan pola pikir kita pasti semua orang bisa melakukan hal itu. Kemampuan yang sama, waktu yang sama, tinggal kepribadian dan sikap kita yang harus diperbarui untuk mencapai motivasi diri. Bagaimana sudah menemukan gambaran tentang motivasi atau bahkan baru sadar akan apa itu motivasi? yang terpenting adalah kamu menemukan titikmu diposisi apa sekarang, mungkin belum sekarang tapi pasti suatu waktu menemukan dan berada dititik dimana kamu tau dan butuh apa itu moivasi.

"Temukan titik balik dirimu, pikirkan kembali tujuan dirimu, kembangkan kembali untuk masa depanmu" 

Jumat, 04 Desember 2020

WAKTU DEWASA

    Terbesit dalam pikiran waktu yang semakin berjalan membuat seseorang menjadi tumbuh dewasa dengan pola pikir baru. Pola pikir yang dulunya mungkin membuat orang tersebut gembira bahagia tetapi semakin lama dipikirkan tak relevan lagi dengan kehidupan yang sekarang. Proses pendewasaan kah atau proses transisi yang tidak berjalan seimbang. Banyak hal terkadang diusia yang sudah rawan ini pola berpikir seseorang menjadi lebih variatif. Banyak solusi juga yang harus dicari seseorang untuk pengembangan diri. Akan tetapi tak semudah mulut berucap dan tak semudah angan-angan tertancap. Butuh yang namanya pengorbanan dan pengertian baik pada diri sendiri atau bahkan orang sekitar. Buat diri sendiri mungkin akan sulit memulai transisi baru dengan perpindahan pola transisi lama. Ada yang dikorbankan, ada yang dirubah, bahkan ada yang ditinggalkan. Kemudian dari orang-orang sekitar yang dulunya berjuang bersama harus saling mengerti untuk saling menemukan kebahagian masing-masing. Catatan yang besar bukan untuk menghilang, tak mau kenal, tak mau setongkrongan atau bahkan tak mau berteman, jelas bukan. Tapi lebih mengarah ke pola baru dan pemikirn baru sesuai dengan waktu seseorang menemukan kedewasaannya.

    Pada akhirnya nanti seseorang yang benar ada disampingmu sampai titik akhir nanti mereka lah orang yang menegerti dan paham akan perubahan pola kedewasaan masing-masing. Bagiaman orang memilii cara eksplorasi diri sendiri untuk menemukan siapa dirina yang sebenarnya, hal apa yang bisa dia kerjakan sesuai dengan passion diri sendiri. Lagi-lagi waktu memberikan pembelajaran penting disetiap detak langkah manusia. Mengajarkan akan pentingnya perubahan, pentingnya persaudaraan dan pertemanan, bahkan pentingnya menghargai waktu itu sendiri. Mungkin juga gue sendiri yang masih belum menemukan jatidri dalam diri sendiri, sehingga gue ngerasa apa yang gue lakuin sekarang belum menghasilkan apa-apa untuk kehidupan gue. Atau bahkan orang lain disekitar gue ngerasa hal yang sama tetapi mereka masih belum berada dititik ujung sama seperti gue. Tapi yang paling penting sebenarnya bagaimana kita mengetahui diri sendiri dan bagaimana kita menghargai kepercayaan yang orang lain. Tapi tetap silaturahmi itu harus yang utama tidak bisa dihilangkan soalnya itu ladang pahala kita. Kembali lagi memang ditekankan perubahan itu pada pola pikir waktu kedewasaan seseorang.

    Pernah gak seh lu berada di titik dimana ketika lu sendiri di kamar atau bahkan disituasi sendiri pada pagi hari bangun tidur atau sebelum tidur berpikir "Begini aja nih keseharian gue???". Pertanyaan buat diri sendiri yang sampai sekarang belum bisa terjawab kenapa?. Kalau lu udah pernah berada dititik ini berarti lu sama kayak gue berada di fase dimana lu harus keluar dari zona lu yang sekarang. Coba cari tau pada diri lu sendiri waktu yang lu laluin saat ini berjalan seperti apa, dan bagiamana. Jangan-jangan memang pola pikir kita yang harus dibenahi yang dulunya asik hangout keluar kesana kemari dengan temen nongkrong semaleman dan lain-lain tapi tidak menghasilkan apa-apa. Hanya waktu seneng hari itu kedepannya hanya kesendirian lagi yang diperoleh "bener gak seh?". Memang perlu dan penting juga bertemu, berkumpul dengan teman atau saudara terutama untuk silaturahmi tapi ketika lu melakukan hal itu tanpa menghasilkan sesuatu psatinya ya udah berjalan begitu saja. Nah dari sini gue berpikir apa ini namanya proses waktu pendewasaan, bukan waktunya lagi atau mengurangi hal-hal yang kurang penting atau mendahulukan prioritas terdepan dahulu baru melakukan hal lain. Kadang gue berada dititik ini dan jujur takut juga ketika harus melompat kewadah yang lebih besar lagi. Takut diri gue gak sanggup dan bingung apa yang mau dilakuin, dan kadang gue juga takut kehilangan orang-orang disekeliling gue yang setiap harinya ada dalam tongkrongan. Tapi mau gak mau memang harus dilakuin untuk sama-sama mengerti siapa diri masing-masing dan bagaimana kita semua menemukan kebahagian pada diri masing-masing.

    Pelik memang berada diantara dua sudut pisau yang sama-sama tajam tergores diujung kiri menghindar dan tergores diujung kanan tak terhindar. Tapi gue yakin seh selagi kita berporses waktu dengan baik dan dengan cara yang baik pastinya semua akan menerima dan sadar akan apa yang dilakukan. Catatan pentingnya memang harus saling mengerti satu sama lain dengan apa yang dilakuin biar kedepannya diujung sana saling mengetahui dan bertemu dengan ujung yang sama-sama manis. Semoga saja semua berjalan dengan langkah yang tegas dan hati yang mantap untuk menemukan varibel-variabel baru untuk solusi waktu kedewasaan.


"WAKTU DEWASA, WAKTUKU PENDEWASAAN"

Kamis, 03 Desember 2020

JAKARTANS

 "JAKARTANS"

     Jakarta Kota dimana segala jenis kehidupan dan penghidupan tumbuh riuh didalam kota ini. Kota dengan segala sumber informasi cepat, mudah dalam akses dan sumber dari segala sumber yang ada di Indonesia. Jakarta, Kota dengan berbagai banyak gudang segala jenis bahan untuk produksi, konsumsi, dan distribusi. Jakarta kota yang paling ramai, sibuk, dengan gegap gempita dalam setiap detiknya. Jakarta, Kota dengan demografi yang nyata dalam bentuk resonansi suaranya. Sedikit menegenal kota Jakarta, sedikit rasaku tertinggal diantara puing-puing reruntuhan rindu akan kota itu. Mengingat kembali langkah yang pernah kupijakkan di Kota Jakarta, kembali mengenang perjuangan dan apa itu kehidupan awal menuju diriku saat ini. Ingin rasanya kembali kepadamu, kembali dalam dekapanmu, kembali dalam satu tarikan nafas penuh peluh ibu kota. Rasanya kota ini menjadi tujuan hidupku untuk pengemabangan diriku yang masih buta akan segala aspek kehidupan ini. Mungkin ketika aku kembali aku akan lebih mengerti dan mengenal banyak hal ketika kembali mengenal apa itu Jakarta.

    Jakarta memang unik, setiap harinya, minggunya, bulannya, sampai tahunnya berapa banyak orang yang keluar masuk di kota ini. Banyak tujuan yang mereka sematkan ke kota ini sehingga mereka enggan atau bahkan ingin kembali ke kota ini. Sumber penghidupan yang mereka harapkan, impian yang ingin mereka kejar, atau bahkan kehidupan dalam pelajaran hidup yang ingin mereka adu. Ohhh Jakarta, banyak hal yang memang kau sembunyikan, tak banyak orang yang tau akan apa yang engkau berikan. Bukan hanya sekedar iming-iming kemerdekaan tapi engaku juga memberikan pecahan kaca untuk kau susun kembali menjadi cermin atau bahkan kaca itu yang akan menggores kulitmu yang buatmu bercucuran darah tanpa kau sadari. JAKARTA, entah apa yang ingin kudapatkan akan kota ini, tapi sungguh ku ingin kembali untuk mengusik dan menggali apa yang ada dibalik kota ini.

    Jakarta!!! Ibu Kota suatu negara, terlihat dari tambahan ibu kota yang tersemat dalam kota Jakarta membuat kota ini semakin menarik untuk dipelajari kalau aku sering berkata,"Suatu saat aku akan jajah kota ini". Sama seperti kota-kota lain yang ingin aku dalami "menjajah kota ini". Akan tetapi sampai detik ini sulit sekali aku untuk kembali ke kota ini, terakhir 2018 ketika aku masih bisa berdamai dengan Jakarta. Setelah itu Jakarta hanya ku lihat dalam layar media sosial atau bahkan kudengar dari orang-orang yag ada disekelilingku. Belum tau juga alasannya, atau memang aku ditakdirkan hanya untuk mengenal sesaat kota ini atau mungkin aku sendiri belum siap ketika harus berdamai kembali dengan kota ini. Pastinya aku rindu sekali dengan gegap gempitanya kota ini, dengan berbagai macam hal yang bisa aku cari tau, aku kulik akan kota ini.

    "JAKARTA", Kenapa aku terpaku dengan kota ini?

Banyak kota diluar sana yang mungkin lebih nyaman, lebih tenang, lebih damai dan banyak lebih dibanding kota ini. Aku pun juga bukan orang yang lahir di kota ini, tapi magis dan daya tarik kota ini membuatku seperti pulang ke kampungku sendiri. Sampai saat ini hanya harap yang bisa ku harapkan, hanya mimpi yang aku impikan bisa kembali dengan gagahnya aku, dengan tangguhnya aku dan dengan siapnya aku untuk menjajah kota Jakarta yang katanya ibu kota Indonesia tercinta. Mungkin ada sedikit yang tertinggal dari Jakarta pada diriku, mulai dari logat bahasa, logat budaya atau bahkan cara pandangku yang terbawa sampai dalam keseharianku. Mengenal orang baru dengan menggunakan bahasa yang baik khas Jakarta, dianggap orang bukan asli Jawa tapi dianggap orang asli Jakarta dengan gaya bahasanya. Gaya hidup yang mengarah kearah Jakarta dengan budaya nya yang sulit untuk dihilangkan menjadi makanan sehari-hari ketika orang baru mengenalku. Ada yang bilang sok banget dengan bahasa yang kupakai, ada yang bilang juga emang Lu orang mana dah sampai-sampai lupa daearah sendiri heee. Tapi itu semua jadi bumbu buat aku sedikit mengobati rasa kagum dan rindunya diriku pada kota Jakarta, menerapkannya menjadi lelucon dalam hidupku. Sehingga ketika nanti aku kembali kesana aku tak menjadi asing kembali seperti pertama kali ku menginjak kaki disana.

 

    "JAKARTA IBU KOTA, JAKARTA NUSANTARA"

    

 

 

 

Selasa, 01 Desember 2020

HAI KALA

"Hai KALA"

    Sapaku menembus embun dingin dikala pagi itu. Mengucap lirih dengan alunan nada merdu disekeliling ruangan sendu. "KALA" sosok dibalik tebalnya kabut penyelimut dalam hangatnya hari. Sejuknya waktu menemani langkah berdebur duri. Tak sanggup kucabut rasa ini untuk penghilang sakit pada diri. Tak sanggup ku tancap lebih dalam untuk menyimpan perih pada luka hati. 'KALA" indah tuk disapa namun luka jika bersua. Menilik perihnya arti dalam setiap simponi nada-nada tak berarti dan tak mengiringi.

   Sapaku hanya sekedar tuk mengenalmu. Bukan untuk mencarimu, mengharapkanmu ataupun bersamamu. Sapaku tak selamanya untuk kembali kepadamu, namun sapaku untuk tau siapa dirimu dan siapa diriku.

     "Hai KALA" tak ada satu arti katapun yang kau ucap saat bertemu, tak ada satu makna pun yang terlintas untuk kembali menyapaku. Mendengar hembusan angin pagi dengan tebalnya embun hati dalam dirimu, meyakinkan diriku kaulah sesuatu.


"Hai KALA" Sapaku untukmu, dinginku karenamu...

 

        

Memoles Kepribadian di Balik Akun Social Media

“Memoles Kepribadian di Balik Akun Social Media” Fenomena perkembangan teknologi modern yang berkembang pesat dan tidak bisa dibendung arah ...