Hiruk pikuk keriuhan hari selalu menjadi bahan untuk memulai hari yang bisa dibilang berlalu seperti waktu yang tak pernah henti. Waktu dengan segala detak nya mendebarkan diri untuk melangkah dan melaju. Waktu dengan segala perputarannya dengan kebosanan yang dilakukan berulang-ulang. Waktu yang terus bergerak menunggu datangnya waktu tenggelam. Aku melangkah dengan penuh kesah, penuh pesimis dan penuh dengan dunia magis. Menilik hari dengan harapan yang tak bisa untuk dikendalikan. Harapan disetiap detik waktu hanya untuk seonggok orang yang penuh dengan segala penderitaan.
Aku hanya seorang laki-laki menarik diri dalam selimut hangat disetiap pagi, menilik jendela dengan balutan cahaya mentari dengan ambisi untuk meraih mimpi di esok hari. Aku dengan waktuku yang selalu berdampingan seirama melaju dalam kecepatan yang sama, intonasi yang sama dan irama yang mulai sama. Walaupun terkadang aku tak bisa bersahabat dengan waktuku untuk mencapai irama diujung harap. Harapan yang telah diimpikan menjadi harap yang dimakan waktu tanpa tau harus menuju kesitu.
Waktuku berkata "Kau temukan titik barumu dan dirimu". Aku pun berpikir, apa yang sekarang aku lakuin ini apa hanya untuk bertahan hidup atau memang untuk passion diriku???. Menjadi pertanyaan yang sebenernya akupun tau jawabannya dan tau untuk berbuat apa. Tapi Aku dan Waktuku tak bisa bersatu untuk memulai hal baru yang selalu jadi bayang dan angan tanpa terwujud.
Hei Waktuku, "Bisa kita memulai hal baru? Mulai ukir sejarah baru? Mulai menulis tinta biru diatas kertasku?". Walaupun ku juga belum tau apa yang harus ku lakukan dan kerjakan untuk membuat goresan tinta biru dalam kertasku. Bodoh memang ingin bergerak bersamamu tapi belum tentu ku tau irama nadamu. Coba kita mulai mencari bersama apa yang akan kita kerjakan dan lakukan untuk mencoret-coret kertasku dengan tinta biru bahkan warna lainnya. Semoga saja Aku dan Waktuku berdamai dengan angan itu, dengan tinta itu dan dengan kertas itu.
"AKU dan WAKTUKU" menuju kehidupan nan haru, mencari tau siapa diriku dan dimana waktuku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar