"LIFESTYLE"
Gaya hidup atau Keinginan seseorang, bisa juga bagian dari kebutuhan sekunder manusia yang bisa berubah bergantung pada zaman. Tergantung bagimana manusia mengartikan Lifetyle berdasarkan definisi manusia itu sendiri. Dalam artian setiap manusia memiliki pola perubahan, pola keinginan dan pola hidup yang berbeda-beda berdasarkan diri manusia itu sendiri. Lifestyle seseorang terkadang dijadikan manusia sebagai tolak ukur seseorang dalam kehidupan yang kemudian membagi manusia menjadi beberapa strata atau golongan. Lifestyle juga yang membuat manusia menjadi seseorang yang bukan diri dia sendiri melainkan menjadi diri orang lain untuk menunjukkan ke orang lain. Nahhh, ini yang bahaya sudah tidak menjadi diri sendiri dan hal itu untuk dilihatkan ke orang lain. Perlu kita koreksi kembali pada diri masing-masing Lifestyle seperti apa yang sesuai dengan diri kita dan bagaimana kita menjadi diri kita sendiri.
Berbahaya sekali ketika seseorang tidak bisa berkompromi dengan diri sendiri dan menjadi orang lain dalam diri sendiri. Seseorang harus memahami dan mengerti siapa sebenarnya diri dia sebenarnya mulai dari skiap, karakter, kemampuan, kekuatan, dan lain-lain. Ketika seseorang tersebut keluar dari role yang ada pada dirinya maka orang tersebut semakin jatuh kedalam kefanaan diri dia sendiri. Tak bisa mengembangkan diri sendiri dan yang paling parah tak bisa menjadi diri sendiri dan mengenali siap diri dia sebenarnya. Lifestyle sendiri sebenarnya kita yang menentukan bukan kita yang meniru Lifestyle yang ada, memang perubahan membuat kita harus bertransisi tapi dengan catatan sesuai dengan yang kita miliki dalam diri bukan harus mengikuti semuanya tanpa melihat kemampuan diri sendiri.
Lifestyle yang tak bisa mengikuti zaman dianggap jadul, kuno, cupu dan lain-lain. Sebenernya arti yang sesungguhnya bukan itu tapi bagimana kita bisa beradaptasi dengan perubahan zaman, berdamai dengan keadaan, dan mengerti pada diri sendiri. Namun terkadang karakter manusia sulit untuk berdamai dengan diri sendiri dan masih tinggi akan ego yang dimiliki. Pentingnya kita memprogram diri kita untuk bisa dikontrol, untuk bisa dikendalikan agar kedepannya bukan beban pada diri sendiri tapi kenyamanan pada diri sendiri. Berperilaku sesuai kondisi diri sendiri, bertanggung jawab akan keputusan diri sendiri, Berkesimpulan sesuai dengan kemampuan diri sendiri. Berdamai dengan diri sendri jangan sampai menyakiti diri sendiri dengan mengorbankan diri untuk menjadi orang lain dan untuk dipandang orang lain. Jika tahapan itu sudah ada pada dirimu tak menjadi siapa dirimu, mulailah untuk stop dan pikirkan kembali langkah yang harus kamu perbaiki dan rubah pola yang salah pada dirimu.
Menciptakan pola hidup yang bersih, pikiran yang sehat, jiwa yang tangguh dengan tanggung jawab lebih mulia dibandingkan engkau menjadi atau mengikuti orang lain untuk dilihat orang lain. Hidup minimalsm hidup yang sesuai dengan apa yang kita punyai adalah salah satu pola hidup yang dapat membahagiakan dirimu sendiri. Percaya pada dirimu sendiri lebih indah dibandingkan engakau menunjukkan ke orang lain siapa dirimu. Bertanggung jawab pada diri sendiri lebih mulia dibandingkan engkau harus mengorbankan dirimu sendiri untuk orang lain.
"Lifestyle hanya sebuah zaman yang berlalu, namun jatidiri tak bisa lepasa dari perubahan zaman"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar