Selasa, 29 September 2020

LIFESTYLE

"LIFESTYLE"

    Gaya hidup atau Keinginan seseorang, bisa juga bagian dari kebutuhan sekunder manusia yang bisa berubah bergantung pada zaman. Tergantung bagimana manusia mengartikan Lifetyle berdasarkan definisi manusia itu sendiri. Dalam artian setiap manusia memiliki pola perubahan, pola keinginan dan pola hidup yang berbeda-beda berdasarkan diri manusia itu sendiri. Lifestyle seseorang terkadang dijadikan manusia sebagai tolak ukur seseorang dalam kehidupan yang kemudian membagi manusia menjadi beberapa strata atau golongan. Lifestyle juga yang membuat manusia menjadi seseorang yang bukan diri dia sendiri melainkan menjadi diri orang lain untuk menunjukkan ke orang lain. Nahhh, ini yang bahaya sudah tidak menjadi diri sendiri dan hal itu untuk dilihatkan ke orang lain. Perlu kita koreksi kembali pada diri masing-masing Lifestyle seperti apa yang sesuai dengan diri kita dan bagaimana kita menjadi diri kita sendiri.

     Berbahaya sekali ketika seseorang tidak bisa berkompromi dengan diri sendiri dan menjadi orang lain dalam diri sendiri. Seseorang harus memahami dan mengerti siapa sebenarnya diri dia sebenarnya mulai dari skiap, karakter, kemampuan, kekuatan, dan lain-lain. Ketika seseorang tersebut keluar dari role yang ada pada dirinya maka orang tersebut semakin jatuh kedalam kefanaan diri dia sendiri. Tak bisa mengembangkan diri sendiri dan yang paling parah tak bisa menjadi diri sendiri dan mengenali siap diri dia sebenarnya. Lifestyle sendiri sebenarnya kita yang menentukan bukan kita yang meniru Lifestyle yang ada, memang perubahan membuat kita harus bertransisi tapi dengan catatan sesuai dengan yang kita miliki dalam diri bukan harus mengikuti semuanya tanpa melihat kemampuan diri sendiri.

      Lifestyle yang tak bisa mengikuti zaman dianggap jadul, kuno, cupu dan lain-lain. Sebenernya arti yang sesungguhnya bukan itu tapi bagimana kita bisa beradaptasi dengan perubahan zaman, berdamai dengan keadaan, dan mengerti pada diri sendiri. Namun terkadang karakter manusia sulit untuk berdamai dengan diri sendiri dan masih tinggi akan ego yang dimiliki. Pentingnya kita memprogram diri kita untuk bisa dikontrol, untuk bisa dikendalikan agar kedepannya bukan beban pada diri sendiri tapi kenyamanan pada diri sendiri. Berperilaku sesuai kondisi diri sendiri, bertanggung jawab akan keputusan diri sendiri, Berkesimpulan sesuai dengan kemampuan diri sendiri. Berdamai dengan diri sendri jangan sampai menyakiti diri sendiri dengan mengorbankan diri untuk menjadi orang lain dan untuk dipandang orang lain. Jika tahapan itu sudah ada pada dirimu tak menjadi siapa dirimu, mulailah untuk stop dan pikirkan kembali langkah yang harus kamu perbaiki dan rubah pola yang salah pada dirimu.

       Menciptakan pola hidup yang bersih, pikiran yang sehat, jiwa yang tangguh dengan tanggung jawab lebih mulia dibandingkan engkau menjadi atau mengikuti orang lain untuk dilihat orang lain. Hidup minimalsm hidup yang sesuai dengan apa yang kita punyai adalah salah satu pola hidup yang dapat membahagiakan dirimu sendiri. Percaya pada dirimu sendiri lebih indah dibandingkan engakau menunjukkan ke orang lain siapa dirimu. Bertanggung jawab pada diri sendiri lebih mulia dibandingkan engkau harus mengorbankan dirimu sendiri untuk orang lain.


"Lifestyle hanya sebuah zaman yang berlalu, namun jatidiri tak bisa lepasa dari perubahan zaman"

        


Jumat, 18 September 2020

Hai Kau Gadis Gula Jawaku

 “Hai Kau Gadis Gula Jawaku,”

Apa kabarmu? Sudahkah dirimu mulai merindu akan sosok warna coklatmu? Sudahkah engkau kagum akan manis sentuh rasamu?


“Hai Kau Gadis Gula Jawaku,”

Egomu telah menghasut kedalam dirimu, dan logika mulai menjauh akan sosok erat dirimu.


“Hai Kau Gadis Gula Jawaku,”

Pesan lirih yang kau sampaikan dan kau tanamkan semua menjadi fana dan tak bernyali.


“Hai Kau Gadis Gula Jawaku,”

Apa yang akan kau utarakan kembali saat semua rasa berlalu tanpa kau menyadari siapa dirimu. Hai Siapa engkau saat ini Gadis Gula Jawa???

 

“Gadis Gula Jawa, Ucap ; Biarkanku jadi diriku dan biarkan dirimu menjadi sosokmu”

 

“ Hai Kau Gadis Gula Jawaku” Siapa aku dan siapa dirimu??? Sapa ku dan kan ku sapa dirimu.


KALA ITU!!!

"KALA ITU"

Kala Seseorang itu hadir dalam sebuah bayangan, namun semu ketika kita mulai mendekat masuk kedalamnya. Membayangkan, berangan dan menyisipkan harapan untuk sedikit mengenal dan mengerti siapa KALA ITU??? 

"HAI KALA" bolehkah ku mendekat, rapat, dan mengenalmu dengan hangat. Bercerita sedikit siapa sebenernya dirimu (KALA) dan mungkin engkau juga mau mendengar profil siapa diriku heee... Gak penting juga seh siapa diriku. Mengagumimu KALA cukup untukku tau sedikit dari luar siapa dirimu. Maybe suatu waktu nanti KALA itu mulai membuka dan melihat disekelilingnya akan orang yang asing disebelahnya. Kemudian KALA mulai menyapa " Haiii Siapa ITU???"

Mungkin yang diharapakan orang itu "Wahh akhirnya dia datang" tapi seiring waktu sebelum dia datang banyak proses yang lebih dari mengangumimu KALA. Kau datang disaat dirimu baru sadar KALA yang saat ini hadir tak bisa dikagumi kembali oleh seseorang tersebut. Tertunduk penuh keluh waktu itu, tapi disisi lain pasti ada yang akan menemukanmu dengan segala sesuatu yang bisa menutupimu. "KALA jangan bersedih" ucapnya, masih ada kok tenang saja.

"KALA pun bergeming"

Kenapa tak kau kejar diriku jika memang dulu kau mengagumiku?

Kenapa tak kau perjuangkan diriku untukmu?

Kenapa semudah itu diriku hilang dari kagummu?

Dan banyak sekali tutur kata yang keluar dari mulutnya,

Dan  Seseorang itupun hanya menjawab,

"Aku mengagumimu KALA itu, mengidamkanmu KALA itu, Mendambakanmu KALA itu, tapi hal itu terjadi dan aku rasakan KALA itu bukan untuk KALA yang ada saat ini"


"KALA ITU dirimu luar biasa, akan tetapi KALA saat ini dirimu hanya biasa"


Kamis, 17 September 2020

DIRIMU DIRIKU!

"DIRIMU"

Dalam kesahmu dalam sebuah dimensi waktu lalu.

Isak  merdu dalam senandung jumpa akan sosokmu.

Sosok Dirimu dalam setiap melodi rindu terbayang syahdu.

Kembali megenalmu mengenal DIRIMU.


"DIRIMU"

Rendung rindu tangis padamu.

Isak dalam setiap asa, penantian dan penyesalan.

Dirimu ku tunggu, ku rindu dan ku nanti.

Dirimu yang ku cari, ku tuju dan ku ingin.


Dan Dirimu Sampai Dirimu berlalu selalu...


"DIRIMU bukan DIRIKU bukan juga"


Rabu, 16 September 2020

COFFE ADDICT

"COFFE/KOPI"

Wangi aroma disetiap hirupannya membuat otak dan pikiran menjadi nyaman dan tenang,
Cicip rasa disetiap ujung lidah pahit dan asamnya kelezatan dalam setiap biji kopinya,
Rasa kantuk, lelah, resah dan sebagainya menjadi candu dalam setiap kenikmatannya,
Kegelisahan yang ditimbulkan dalam diri seseorang menjadi addict penikmatnya,

"Hai Kau Para Penikmatku (COFFE)"

Jadilah dirimu ADDICT untuk merayuku,
Menjadi dirimu sendiri penikmatku,
Masuk kedalam canduku,
Masuk kedalam duriku.

"Ku Coffe/Kopi"
 

Selasa, 15 September 2020

TUA MENUJU SENDU!

"TUA"

Gambaran kecil dari masa yang terlewati atau bahkan terlampaui.
Gambaran kecil dari diri untuk menatap kembali isi dalam hati.
Gambaran kecil masa kini yang sebentar lagi perlahan mulai terhenti.
Gambaran kecil pada insan Illahi tuk kembali mengingat kepada pencipta Illahi Robbi.

"Menuju TUA Sendu"

Menuju kenangan tempo dulu,
Mengingat kesepian yang lalu,
Merindukan waktu yang sudah berlalu.
Mengingat kembali untuk saling merindu...


"SENDU menyelimuti relung Qalbu"

menikam diri yang lumpuh akan keluh,
mencabik diri yang menjadi rapuh,
menggores diri yang mulai runtuh,
menusuk diri yang tak mungkin kembali bisa tumbuh,

"SENDU MENUJU TUA" dan "TUA MENUJU SENDU"






Memoles Kepribadian di Balik Akun Social Media

“Memoles Kepribadian di Balik Akun Social Media” Fenomena perkembangan teknologi modern yang berkembang pesat dan tidak bisa dibendung arah ...