"Hai KALA"
Sapaku menembus embun dingin dikala pagi itu. Mengucap lirih dengan alunan nada merdu disekeliling ruangan sendu. "KALA" sosok dibalik tebalnya kabut penyelimut dalam hangatnya hari. Sejuknya waktu menemani langkah berdebur duri. Tak sanggup kucabut rasa ini untuk penghilang sakit pada diri. Tak sanggup ku tancap lebih dalam untuk menyimpan perih pada luka hati. 'KALA" indah tuk disapa namun luka jika bersua. Menilik perihnya arti dalam setiap simponi nada-nada tak berarti dan tak mengiringi.
Sapaku hanya sekedar tuk mengenalmu. Bukan untuk mencarimu, mengharapkanmu ataupun bersamamu. Sapaku tak selamanya untuk kembali kepadamu, namun sapaku untuk tau siapa dirimu dan siapa diriku.
"Hai KALA" tak ada satu arti katapun yang kau ucap saat bertemu, tak ada satu makna pun yang terlintas untuk kembali menyapaku. Mendengar hembusan angin pagi dengan tebalnya embun hati dalam dirimu, meyakinkan diriku kaulah sesuatu.
"Hai KALA" Sapaku untukmu, dinginku karenamu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar