"JAKARTANS"
Jakarta memang unik, setiap harinya, minggunya, bulannya, sampai
tahunnya berapa banyak orang yang keluar masuk di kota ini. Banyak tujuan yang
mereka sematkan ke kota ini sehingga mereka enggan atau bahkan ingin kembali ke
kota ini. Sumber penghidupan yang mereka harapkan, impian yang ingin mereka
kejar, atau bahkan kehidupan dalam pelajaran hidup yang ingin mereka adu. Ohhh
Jakarta, banyak hal yang memang kau sembunyikan, tak banyak orang yang tau akan
apa yang engkau berikan. Bukan hanya sekedar iming-iming kemerdekaan tapi
engaku juga memberikan pecahan kaca untuk kau susun kembali menjadi cermin atau
bahkan kaca itu yang akan menggores kulitmu yang buatmu bercucuran darah tanpa
kau sadari. JAKARTA, entah apa yang ingin kudapatkan akan kota ini, tapi
sungguh ku ingin kembali untuk mengusik dan menggali apa yang ada dibalik kota
ini.
Jakarta!!! Ibu Kota suatu negara, terlihat dari tambahan ibu kota yang
tersemat dalam kota Jakarta membuat kota ini semakin menarik untuk dipelajari
kalau aku sering berkata,"Suatu saat aku akan jajah kota ini". Sama
seperti kota-kota lain yang ingin aku dalami "menjajah kota ini".
Akan tetapi sampai detik ini sulit sekali aku untuk kembali ke kota ini,
terakhir 2018 ketika aku masih bisa berdamai dengan Jakarta. Setelah itu
Jakarta hanya ku lihat dalam layar media sosial atau bahkan kudengar dari
orang-orang yag ada disekelilingku. Belum tau juga alasannya, atau memang aku
ditakdirkan hanya untuk mengenal sesaat kota ini atau mungkin aku sendiri belum
siap ketika harus berdamai kembali dengan kota ini. Pastinya aku rindu sekali
dengan gegap gempitanya kota ini, dengan berbagai macam hal yang bisa aku cari
tau, aku kulik akan kota ini.
"JAKARTA", Kenapa aku terpaku dengan kota ini?
Banyak kota
diluar sana yang mungkin lebih nyaman, lebih tenang, lebih damai dan banyak
lebih dibanding kota ini. Aku pun juga bukan orang yang lahir di kota ini, tapi
magis dan daya tarik kota ini membuatku seperti pulang ke kampungku sendiri.
Sampai saat ini hanya harap yang bisa ku harapkan, hanya mimpi yang aku impikan
bisa kembali dengan gagahnya aku, dengan tangguhnya aku dan dengan siapnya aku
untuk menjajah kota Jakarta yang katanya ibu kota Indonesia tercinta. Mungkin
ada sedikit yang tertinggal dari Jakarta pada diriku, mulai dari logat bahasa,
logat budaya atau bahkan cara pandangku yang terbawa sampai dalam keseharianku.
Mengenal orang baru dengan menggunakan bahasa yang baik khas Jakarta, dianggap
orang bukan asli Jawa tapi dianggap orang asli Jakarta dengan gaya bahasanya.
Gaya hidup yang mengarah kearah Jakarta dengan budaya nya yang sulit untuk
dihilangkan menjadi makanan sehari-hari ketika orang baru mengenalku. Ada yang
bilang sok banget dengan bahasa yang kupakai, ada yang bilang juga emang Lu
orang mana dah sampai-sampai lupa daearah sendiri heee. Tapi itu semua jadi
bumbu buat aku sedikit mengobati rasa kagum dan rindunya diriku pada kota
Jakarta, menerapkannya menjadi lelucon dalam hidupku. Sehingga ketika nanti aku
kembali kesana aku tak menjadi asing kembali seperti pertama kali ku menginjak
kaki disana.
"JAKARTA IBU KOTA, JAKARTA NUSANTARA"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar