Jumat, 04 Desember 2020

WAKTU DEWASA

    Terbesit dalam pikiran waktu yang semakin berjalan membuat seseorang menjadi tumbuh dewasa dengan pola pikir baru. Pola pikir yang dulunya mungkin membuat orang tersebut gembira bahagia tetapi semakin lama dipikirkan tak relevan lagi dengan kehidupan yang sekarang. Proses pendewasaan kah atau proses transisi yang tidak berjalan seimbang. Banyak hal terkadang diusia yang sudah rawan ini pola berpikir seseorang menjadi lebih variatif. Banyak solusi juga yang harus dicari seseorang untuk pengembangan diri. Akan tetapi tak semudah mulut berucap dan tak semudah angan-angan tertancap. Butuh yang namanya pengorbanan dan pengertian baik pada diri sendiri atau bahkan orang sekitar. Buat diri sendiri mungkin akan sulit memulai transisi baru dengan perpindahan pola transisi lama. Ada yang dikorbankan, ada yang dirubah, bahkan ada yang ditinggalkan. Kemudian dari orang-orang sekitar yang dulunya berjuang bersama harus saling mengerti untuk saling menemukan kebahagian masing-masing. Catatan yang besar bukan untuk menghilang, tak mau kenal, tak mau setongkrongan atau bahkan tak mau berteman, jelas bukan. Tapi lebih mengarah ke pola baru dan pemikirn baru sesuai dengan waktu seseorang menemukan kedewasaannya.

    Pada akhirnya nanti seseorang yang benar ada disampingmu sampai titik akhir nanti mereka lah orang yang menegerti dan paham akan perubahan pola kedewasaan masing-masing. Bagiaman orang memilii cara eksplorasi diri sendiri untuk menemukan siapa dirina yang sebenarnya, hal apa yang bisa dia kerjakan sesuai dengan passion diri sendiri. Lagi-lagi waktu memberikan pembelajaran penting disetiap detak langkah manusia. Mengajarkan akan pentingnya perubahan, pentingnya persaudaraan dan pertemanan, bahkan pentingnya menghargai waktu itu sendiri. Mungkin juga gue sendiri yang masih belum menemukan jatidri dalam diri sendiri, sehingga gue ngerasa apa yang gue lakuin sekarang belum menghasilkan apa-apa untuk kehidupan gue. Atau bahkan orang lain disekitar gue ngerasa hal yang sama tetapi mereka masih belum berada dititik ujung sama seperti gue. Tapi yang paling penting sebenarnya bagaimana kita mengetahui diri sendiri dan bagaimana kita menghargai kepercayaan yang orang lain. Tapi tetap silaturahmi itu harus yang utama tidak bisa dihilangkan soalnya itu ladang pahala kita. Kembali lagi memang ditekankan perubahan itu pada pola pikir waktu kedewasaan seseorang.

    Pernah gak seh lu berada di titik dimana ketika lu sendiri di kamar atau bahkan disituasi sendiri pada pagi hari bangun tidur atau sebelum tidur berpikir "Begini aja nih keseharian gue???". Pertanyaan buat diri sendiri yang sampai sekarang belum bisa terjawab kenapa?. Kalau lu udah pernah berada dititik ini berarti lu sama kayak gue berada di fase dimana lu harus keluar dari zona lu yang sekarang. Coba cari tau pada diri lu sendiri waktu yang lu laluin saat ini berjalan seperti apa, dan bagiamana. Jangan-jangan memang pola pikir kita yang harus dibenahi yang dulunya asik hangout keluar kesana kemari dengan temen nongkrong semaleman dan lain-lain tapi tidak menghasilkan apa-apa. Hanya waktu seneng hari itu kedepannya hanya kesendirian lagi yang diperoleh "bener gak seh?". Memang perlu dan penting juga bertemu, berkumpul dengan teman atau saudara terutama untuk silaturahmi tapi ketika lu melakukan hal itu tanpa menghasilkan sesuatu psatinya ya udah berjalan begitu saja. Nah dari sini gue berpikir apa ini namanya proses waktu pendewasaan, bukan waktunya lagi atau mengurangi hal-hal yang kurang penting atau mendahulukan prioritas terdepan dahulu baru melakukan hal lain. Kadang gue berada dititik ini dan jujur takut juga ketika harus melompat kewadah yang lebih besar lagi. Takut diri gue gak sanggup dan bingung apa yang mau dilakuin, dan kadang gue juga takut kehilangan orang-orang disekeliling gue yang setiap harinya ada dalam tongkrongan. Tapi mau gak mau memang harus dilakuin untuk sama-sama mengerti siapa diri masing-masing dan bagaimana kita semua menemukan kebahagian pada diri masing-masing.

    Pelik memang berada diantara dua sudut pisau yang sama-sama tajam tergores diujung kiri menghindar dan tergores diujung kanan tak terhindar. Tapi gue yakin seh selagi kita berporses waktu dengan baik dan dengan cara yang baik pastinya semua akan menerima dan sadar akan apa yang dilakukan. Catatan pentingnya memang harus saling mengerti satu sama lain dengan apa yang dilakuin biar kedepannya diujung sana saling mengetahui dan bertemu dengan ujung yang sama-sama manis. Semoga saja semua berjalan dengan langkah yang tegas dan hati yang mantap untuk menemukan varibel-variabel baru untuk solusi waktu kedewasaan.


"WAKTU DEWASA, WAKTUKU PENDEWASAAN"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memoles Kepribadian di Balik Akun Social Media

“Memoles Kepribadian di Balik Akun Social Media” Fenomena perkembangan teknologi modern yang berkembang pesat dan tidak bisa dibendung arah ...