Kamis, 17 Desember 2020

APES KURANG BERUNTUNG

 Seseorang pernah berkata, "ahhh kurang beruntung hari ini apes semua yang direncanakan gagal".

    Sering gak seh kita dengar orang ngedumel seperti itu dikehidupan sehari-hari?. Pastinya banyak banget dan sering banget orang mengeluh seperti itu. Seseorang menganggap dirinya kurangberuntung atau bahkan apes dengan kejadianyang sedang menimpa dirinya. Keluhan-keluhan yang sering terucap tanpa kita sadari menurunkan derajat kita sendiri dan tanpa kita sadari pula omongan kita adalah doa untuk diri kita sendiri. Apakah hal ini wajar? Sebagai manusia tentunya tidak kaget lagi dan wajar melihat tabiat manusia itu sendiri yang sering mengeluh. Manusia diciptakan dengan kesempurnaan pada dirinya (fisik) tinggal bagiamana kita memperbaiki karakter dan sifat pada diri manusia. Ada masanya mengeluh tapi ada masanya juga segera sembuh dan tegak kembali untuk memperbaiki. Terkadang kita juga lupa sering banyak mengeluh tanpa adanya introspeksi pada diri sendiri yang membuat diri sendiri akhirnya jatuh. Hati-hati juga dalam setiap apa yang kita ucap, mengandung doa untuk diri sendiri berucaplah dengan ucapan yang terbaik agar ucapan itu jadi doa bagimu dan penyemangat dirimu.

    Pada dasarnya memang sifat manusia seperti itu, ada kalanya juga memang kejadian yang kita alami tak sesuai dengan apa yang sudah kita perjuangkan. Akan tetapi jika kita mencoba melihat lebih dalam ke sudut pandang yang lain pernah gak seh kita berpikiran, mungkin ini belum saatnya? mungkin masih banyak kesalahan? mungkin masih belum siap? dan berbagai banyak mungkin yang lain. Tanpa disadari juga rencana manusia tak lepas dari campur tangan sang pencipta, mungkin seseorang sudah merencanakan yang terbaik disaat itu tapi sang pencipta menahan dulu dan akan memberikan yang lebih baik dari hal tersebut. Mungkin kita disuruh utnuk berpikir lebih lagi utnu memperbaiki kesalahan yang menurutmu sempurna tapi disisi orang lain belum. Mungkin juga dirimu sendiri belum siap untuk menjalankan hal tersebut masih butuh belajar dan mendalami hal itu. Kenapa jadi banyak mungkin heee, nanti jadi menjatuhkan mental dan semangat kita?. Menurutku gak, tinggal bagaiaman kita bersikap menjadikan keraguan pertanyaan dengan hal positif untuk perbaikan atau melihat dari sisi negatif yang akhirnya menjatuhkan. Pilihan tetap ada pada diri masing-masing, dan seseorang dibentuk bukan karena selalu berhasil 100% dan tak pernah gagal maybe ada tapi 0,000001% (orang dalam). Pada umumnya dan sebagian besar seseorang dibentuk karena timpaan kegagalan yang merubah cara berpikir dan caara pandang orang tersebut untuk menghabiskan sisa gagalnya demi keberhasilannya. 

    Apes memang ketika kita menyalahkan kondisi, tanpa kita menilik seberapa banyak kondisi lain yang memberikan warna dalam diri sendiri. Kondisi dimana lebih banyak hal baik yang kita terima tapi diacuhkan oleh hal kecil yang tak sesuai dengan kenyataannya. Apes memang ketika seseorang hanya memandang sedikit persoalan tapi lupa banyak solusi dari persoalan. Apes memang ketika tanpa kita sadari diri kita bergelut dengan emosi, pikiran, ego dan sifat yang ada di diri manusia itu sendiri. Apes memang memikirkan banyak hal yang sebenarnya kita sendiri yang menciptakan.


"Dirimu jadikan kuat dalam ragamu, jadikan kokoh pada prinsipmu, jadikan kreatif pada otakmu, jadikan taat pada penciptamu"


    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memoles Kepribadian di Balik Akun Social Media

“Memoles Kepribadian di Balik Akun Social Media” Fenomena perkembangan teknologi modern yang berkembang pesat dan tidak bisa dibendung arah ...