Apa seh kerjaan Lu saat ini?
Merasa nyaman gak seh sama kerjaan sekarang?
Udah dapet pengalaman apa aja seh?
Masalah Pendapatan bagaimana?
Jenjang karir seperti apa?
Kalau masalah libur gimana?
dan lain-lainnya....
Banyak gak seh pertanyaan seperti ini baik dari diri sendiri, teman, keluarga atau bahkan orang lain. Kalau dari gua sendiri sangat kerasa akan hal apalagi pekerjaan yang tak selintas dengan hal yang kita sukai atau bidang yang dipelajari sebelumnya. Sudut pandang gua sendiri seh memang kurang nyaman akan hal ini, tekanan bagi diri sendiri ketika gak bisa beradaptasi dan berkembang, kurangnya support, kurangnya apresiasi, kurangnya liburan bahkan membaut gua sendiri stress. Banyak waktu yang gua curahkan hampir 70% sendiri maybe untuk kerjaan bahkan waktu untuk berkumpul dengan kelaurga bisa dibilang 5% dari waktu hidup setelah bekerja itupun menurut gua 5% sudah gede dan bersyukur banget kalau bisa begitu. Banyak waktu yang kita habiskan untuk bekerja tapi tidak ada hal baru yang buat kita berkembang, hanya rutinitas pagi pulang sore berganti hari sampai akhirnya bertemu dengan weekend. Weekend libur memang tapi titik sadar berkata "capek ya pulang kerja, udah ah istirahat aja besok juga udah masuk lagi". Pasti ada momen seperti itu dalam diri gua sendiri, entah karena ego sendiri, kemalasan sendiri, atau bahkan memang tingkat stress dari sebuah pekerjaan. Sulit memang kalau dilihat dari sudut pandang sendiri pasti diri sendiri inginnya nyaman dan tenang tapi sulit untuk ditakar.
Pekerjaan yang dilakukan dikantor selesai apa benar sudah selesai?...
Pernah gak lu ditelfon jam 22.00, 23.00, 24.00 WIB buat ngomongin kerjaan dan masih kena omel kanan kiri, paling parahnya lagi waktu weekendmu diambil untuk ngurusin kerjaan ditelfon sana sini berucap buka email, kirim data ini, kerjain ini cepet dan lain-lain. Kalau gua bisa bertemu dengan orang-orang seperti ini gua pengen ngomong tapi sesama manusia biasa " apa seh yang sebenernya dicari sampai mengorbankan waktu untuk istirahat, waktu untuk kumpul dengan keluarga, waktu untuk melepas penat 6 hari di kantor, pernah gak seh berpikiran segitunya untuk semua orang dalam posisi apapun. Apa benar kata orang-orang "kamu kerja sekeras apapun sampai habis waktumu tapi ketika lu sakit atau bahkan sampai meninggal keluargamu yang sedih udah jarang ketemu sekalunya berkumpul dalam dimensi lain, sedangkan perusahaanmu seperti apa? mencari karayawan baru untuk menggantikan dirimu" just it selesai. Sekarang tinggal diri kita masing-masing udah bagaimana mengatur waktu tapi yang harus disadari memang mencari penghasilan untuk keluarga tapi ketika diri kita sendiri tidak bisa menikmati tubuh sendiri dengan keluarga ya apa jadinya tidak ada bukan.
Hal seperti ini berdasarkan perasaan gua saja, kegelisahan yang gua alamin saat ini dan belum membayangkan juga ketika nanti berkeluarga apakah pola pikir ini berubah atau tidak. Kalau menurutku pribadi memang manusia itu penuh ambisi tapi kalau dipikir lebih dalam lagi apakah ambisi itu mempengaruhi diri atau gaya hidup atau bahkan ambisi itu yang membuat kita terpacu, atau ambisi juga yang membuat manusia menjadi seperti gua saat ini stress dengan kegelisahan sendiri. Apa Gua gak bersyukur ada kerjaan dan diposisi ini, pasti gua bersyukur kok walapun masih ada pikiran seperti ini, cuma mungkin ini jadi cambuk utnuk gua pribadi melihat dari berbagai macam sudut pandang. Tapi yang harus gua tekankan ketika seseorang memimpin apapun perusaahannya atau usahanya coba lihat kembali dasar kalian melangkah itu dari bawah bukan dari atas, pondasi yang kokoh itu dari bawah bukan dari atas. Ketika pindasi atau langkah dbawah aja diabaikan ya siap runtuh, ketika dibawah digempur berlahan ya akhirnya retak dan roboh. Ketika pondasi tak dihargai baik ya akhirnya mangkrak tidak terurus lekang dengan waktu. Halah paling mentalmu aja yang tempe lemah??? mungkin seperti itu sudut pandang lain,ada benarnya juga seh. Tapi ketika orang yang diatas berucap seperti itu kebawah gua yakin gak lama lah semua yang orang harapkan tak akan pernah tercapai akhirnya rapuh dan runtuh karena tak menghargai dan tak menengok siapa pondasinya yang buat dia menancapkan bendera diatas.
Hal terbaik menurut gua memang kerja untuk diri sendiri, menghasilkan untuk diri sendiri, cukup tanpa memandang gaya hidup, mengatur waktu dengan baik, bercerita bertukar argumen dan opini dengan keluarga, menghabiskan waktu mundur kita dengan orang yang selalu ada disamping kita setiap detiknya cukup buat kita menyadari apa sebenarnya tujuan hidup. CUKUP cukup untuk mengerti apa tujuanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar