Selasa, 28 Desember 2021

Memoles Kepribadian di Balik Akun Social Media

“Memoles Kepribadian di Balik Akun Social Media”

Fenomena perkembangan teknologi modern yang berkembang pesat dan tidak bisa dibendung arah pergerakannya membuat seseorang yang belum siap akan pertumbuhan menjadi mentah dalam mencerna teknologi. Teknologi memudahkan seseorang untuk berkembang dalam menjalankan pola hidup yang sebelumnya atau lebih tepatnya cara baru yang belum pernah dilakukan. Seseorang lebih mudah mendapatkan informasi dan mampu memanfaatkan teknologi untuk kemudahan kehidupan sehari-hari. Teknologi memang membantu seseorang dalam mengerjakan segala macam hal, akan tetapi sudah benarkah pola penggunaan teknologi tersebut. Tidak semua orang mampu memanfaatkan teknologi sesuai dengan kegunaan dan kemanfaatannya. Nahhh ini dia yang gw maksud mentah dalam mencerna perkembangan teknologi, dari mental dan pengetahuan seseorang belum siap dengan pemanfaatannya. Efek yang diberikan dari mentahnya mencerna perkembangan teknologi bisa merubah pola pikir dan karakter seseorang lohh. Tulisan ini berdasarkan pengalaman yang gw alamin aja sesuai dengan kejadian yang terjadi di kehidupan gw sehari-hari.

Generasi terupgrade abad ini (entah Namanya apa) memanfaatkan teknologi untuk berbagai macam hal yang sebelumnya tidak pernah terprediksi (jaya jaya jaya heee). Pemanfaatan teknologi pada Generasi X lebih ke arah Social Media untuk upgrade informasi terbaru dan tren model terbaru. social media pada Generasi X dimanfaatkan sebagai wadah untuk penyalur bakat, mencari pendapatan, mencari ketenaran, menjadi pembunuh bayaran kolom komentar heee (bercanda) ya pokoknya masih banyak hal lain yang dimanfaatkan dari media tersebut. Kalau dilihat dari manfaatnya sendiri sebenarnya social media lebih ke arah positif atau negative ya? (Ya tergantung kita sendiri memanfaatkannya seperti apa). Salah dalam penggunaan bisa jadi toxic buat diri juga atau bahkan buat orang lain juga, makanya kenapa gw tadi bilang pembunuh kolom komentar heee.

Pembahasan yang cukup menarik menurut gw pribadi terkait pola kepribadian seseorang dari perkembangan teknologi terutama dilihat dari social media. Pola pikir seseorang dengan sangat mudah kita nilai dan kenali dari berbagai macam hal yang mereka unggah untuk dilihat publik. Apalagi orang-orang yang update diri mereka tanpa berpikir dua kali dari sudut pandang orang lain respon seperti apa, resiko buat diri sendiri, bahkan kejahatan dari orang lain bisa juga memanfaatkan itu. Amit-amit sebenernya kalau hal-hal itu terjadi (tapi gw sendiri pernah alami itu) tangan-tangan tak bertanggung jawab merusak akun orang lain. Tapi yang gw bahas sekarang lebih ke arah seseorang yang menurut gw munurun tingkat kepercayaan diri di social media. Lohhh kok bisa??? Bukannya social media mereka mengunggah hal-hal terbaik buat dijadikan momen baik mereka?. Nah justru itu yang jadi problem menurut gw heee, jadi pertanyaan juga sebenernya apa betul seperti itu.

Social media digunakan seseorang sejauh ini yang gw lihat hanya dijadikan alat untuk memoles kepribadian seseorang. Orang lain bisa melihat keseharian dan kepribadian kita dari apa yang kita sajikan. Apalagi di Negara kita tercinta ini, orang masih gila akan sanjungan, pengakuan, dan bahkan jadi panutan. Orang berbondong-bondong membranding diri sendiri untuk kelihatan perfect dihadapan semua orang. Membungkus kebusukan dalam wadah bertabur emas permata untuk melihat cover luar yang mewah. Pada akhirnya ini yang merubah pola pikir seseorang dalam menyikapi adanya perkembangan teknologi. Orang tidak percaya diri Ketika lagi jatuh, orang ingin selalu dilihat dirinya berada di atas, Ketika diatas orang ingin lebih tinggi lagi, dan yang paling parah lagi menjadikan orang lain menjadi tolak ukur buat diri sendiri. Kalau stadiumnya udah memakai tolak ukur udah stadium akhir yang harus diobati dan dibasmi deh. Padahal tingkat hidup seseorang berbeda-beda dan tolak ukur diri tergantung dirinya, kalau jadi acuan baik buat bisa seperti itu ok saja tapi kalau buat mengkelompok-kelompokkan berdasarkan acuan nah itu yang udah menyimpang.

Fenomena memoles kepribadian di social media sudah tidak asing lagi, kita sebenernya bisa lebih mudah buat tau hal itu. Akan tetapi kita sendiripun akan lebih kesulitan untuk menilai seseornag yang baru kita kenal. Seperti yang gw bilang tadi di dalam busuk tetapi di cover emas permata heee cantik diluar tapi racun didalam. Kenapa seseorang tidak percaya diri dengan diri sendiri ya? Bukannya setiap orang diberikan kelebihan yang bisa mereka eksplore masing-masing. Ohh mungkin mereka melihat seseorang dengan mudah mendapatkan sesuatu, bisa juga menjadikan orang lain tolak ukur patokan sukses seperti itu atau ada banyak hal lain lagi. Banyak ternyata faktor yang bisa disebabkan dari hal tersebut, sehingga mereka tidak bisa menjadi percaya diri dengan diri sendiri. Pada akhirnya mereka memoles diri dengan kepalsuan, kebohongan, dan kerendahahan moral untuk mendapatkan respect dari orang lain. Merasa malu Ketika gagal, tidak berkembang, tidak bisa mencapai seperti orang lain (ya faktor tolak ukur tadi), akhirnya membohongi diri demi apresiasi dari orang lain. Turunnya tingkat kepercayaan diri seseorang ini muncul Ketika dirinya sendiri tidak bisa kontrol apa yang ada dalam diri. Jika hal ini terjadi bergulir dan menggulung maka krisis akan mental seseorang menjadi lemah dan mudah untuk terombang-ambing.

Tulisan ini hanya berdasarkan pengalaman yang gw rasain sendiri bukan menyinggung siapapun hanya keresahaan yang gw rasa saja. Menurut gw ini hal yang penting banget buat generasi muda terutama, biar bisa dijadikan pembelajaran dengan menyikapi perkembangan teknologi. Jangan sampai justru menjadi ranjau buat kita yang bisa buat kemunduran moral, penurunan kepercayaan diri dan perubahan pola pikir yang negatif. Bahaya sekali jika ini terjadi untuk generasi penerus, sekarang saja kalau kita lihat gampang sekali orang di adu domba kubu A kubu B. Pembunuh kolom komentar dengan bayaran yang cukup tinggi untuk membunuh mental-mental yang lemah. Jari-jari yang lemah gemulai menari dalam papan alfabet membentuk kata perkata perusak kedamaian yang bisa membunuh tanpa menyentuh namun berdampak racun dalam pikiran. Semua sudah ada peristiwanya, semua sudah terpampang nyata didepan mat akita akan hal yang dapat merusak mental seseorang. Tinggal bagaiman kita mau bersikap dan bagaiamana kita mempersiapkan diri sendiri.

 

Selasa, 29 Juni 2021

Tentang Kamu

 Haiii Kamu…

Sebelum kamu datang aku sering banget lho nulis sesuatu heee, mulai dari kegelisahan diri sendiri, proses kedewasaan yang gak dewasa-dewasa, masalah romansa percintaan sendiri banyak hal dan asal nulis aja sesuai yang dirasain. Semakin banyak menulis bukan buat aku semakin terpacu untuk diri sendiri, malah semakin kosong juga apa yang aku jalanin dan akhirnya berhenti menulis Kembali. Bukan tidak suka atau hanya ikutin tren semata tapi belum ada lagi objek terbaik dan hal baru yang bisa aku tuliskan dalam selembar kertas putih. Sebenernya hanya pengen menulis kehidupan yang baru tidak mengingat hal dulu dan ingin menggores di moment indah yang baru. Yahhh akhirnya bisa Kembali lagu untuk nulis sesuatu hiii…

Kamu hadir pada saat itu tanpa ada orang yang memperkenalkan, tanpa tau seluk beluk dirimu siapa main asal kenalan saja sudah. Walaupun memang diriku ini kaku seperti kanebo kering kalau kamu bilang heee tapi memang aku sadar diriku seperti itu ke seseorang yang baru dikenal terutama perempuan. Ngobrol kesana kemari masih tetap begitu saja datar sampai-sampai sering sekali berantem dan menemukan jalan buntu hingga hilang begitu aja (ada kali 4x heee). Tapi entah kenapa kembali lagi kembali lagi kamu hadir yang awalnya aku ragu justru buat diriku penasaran kenapa bisa begini. Terus berulang tapi kamu selalu ada dan dekat, jujur dirikupun sebenernya mengharapkan hal itu dan pengen kamu tetap kembali ada. Skenario yang Allah berikan mungkin buat kita saling mengenal karakter satu sama lain, biar bisa saling mengerti satu sama lain. Ohh iya satu lagi kata kamu yang selalu aku ingat “Kamu tuh orangnya gak peka” heee mungkin kalau laki-laki denger yaelah memang cewek  begitu kali. Tapi kalau dari sudut pandangku setelah disadarkan ternyata ada hal lain yang ingin dia sampaikan tapi diriku mengangap itu hal yang biasa saja, dan ketika memang ikut tes kepribadian ya memang hasilnya weakness ku yang pertama tidak peka heee.

Sampai suatu hari ketika pertengakaran dipuncak-puncaknya kamu berucap, memang aku salah menilai kamu aku mencoba membuka kembali untuk kamu masuk tapi ternyata aku udah offside terlalu salah menilaimu, introspeksi diri dong udah berkali-kali seperti ini gak peka banget, sampai drama di blok WA, LINE semuanya heee. Tapi entah kenapa setelah kejadian itu aku mikir lagi gimana caranya bisa hubungin dia soalnya semua akses di blok sampai akhirnya Kembali ke jaman kolonial SMS yang menyelamatkan heee minta maaf waktu itu lewat SMS. Walaupun baru dibalas beberapa hari dan ketika balas itu lewat WA sambal SC SMS tadi heee, kamu muncul kembali dengan satu buah picture surat ternyata kabar kurang baik dinyatakan psoitif Covid sedih sejujurnya habis pertengkaran itu selang beberapa hari dirimu dinyatakan sakit. Berawal dari situ semua kembali lagi mengalir percakapan demi percakapan, introspeksi sana sini akhirnya bisa kembali lagi. Ehh ada part sebelum itu juga seh… habis aku mita maaf itu sebenernya aku udah mau hilang dari dia dan aku memutuskan untuk gak mau deket sama perempuan dulu yaa memperbaiki diri dulu lah. Aku pernah ngomong aku gak mau buat kamu sedih lagi, aku gak mau ngerusak mimpimu aku pengen perbaiki diri dulu. Langsung sontak dia nada tinggi ternyata kamu gak berubah ya dasar laki-laki gak bertanggung jawab wahhh emang aku ngapain dalam pikiranku. Main asal pergi gak tanggung jawab serasa semua urusan selesai kalau kamu masih begini kapan hal begini bisa selesai kalau kamu mau meperbaiki diri hanya didirimu doang percuma. Yuk kita perbaiki berdua kamu harus tanggung jawab bukan main asal pergi begitu aja, ingetin aku juga kalau aku salah, kasih tau dan bimbing aku juga. Dari situ kayak kesamber petir ditengah planet Mars heee lebay banget langsung sontak kaget dan diem. Langsung kebayang ohhh ternyata diriku begini, salahku disini, introspeksinya disini semua keluar yang akhirnya buat sadar ternayat diriku ini masih banyak hal yang harus diperbaiki tapi bukan dengan cara pergi. Berawal dari situ akhirnya perbaikan demi perbaikan mulai dilakukan awalnya yang kaku pembicaraan ternyata Ketika ditetesin air kanebonya ya mulai gak kering lagi lebih terbuka. Hal-hal yang gak peka mulai perlahan mengerti ohh ternyata begini to maunya, pengen diriku seperti ini dan lain-lain. Pada akhirnya perjalanan ini pun berlanjut menjadi sebuah keterbukaan, ketertarikan, dan mulai untuk Menyusun sebuah komitmen berdua. Aku tau seh ini mungkin terlalu singkat juga waktunya dibalik semua itu gak bisa diceritakan semua juga masih banyak momen yang lain ya maybe moment penting aja yang bisa aku ceritakan. Dan pada akhirnya mulai menulis kembali dengan hal baru, hal yang bisa dikerjakan secara langsung membuat sebuah goresan menjadi kalimat indah untuk ku nikmati sendiri. Sekarang dirimu disampingku tetap erat dalm peluk dan tetap erat dalam doa. Haii kamu… aku rindu…

Minggu, 28 Maret 2021

Picik Tingkah Manusia

Ada banyak kejadian yang dirasakan yang akhirnya memberikan pelajaran untuk mengingat sebuah kesalahan. Ketika seseorang ditanya kenapa bisa seperti itu? Sebagian besar orang akan menyalahkan orang lain dan faktor lain tanpa melihat koreksi di diri sendiri. Lebih mudah memang untuk menyalahkan faktor eksternal daripada menyalahkan faktor internal diri sendiri. Justru yang ada membenarkan apa yang salah dalam diri untuk mencari kesalahan dalam orang lain. Tabiat manusia memang tak mau mengakui kesalahan dan justru memutarkan kesalahan. Cukup besar memang ketika seseorang mengemban sebuah tanggung jawab, tapi yang paling penting seberapa sadarkah kita dengan tanggung jawab dan apa yang kita berikan untuk tanggung jawab. Tanggung jawab ketika berhasil membanggakan diri sendiri membesarkan ego sendiri tapi kenapa ketika tanggung jawab luput dan salah justru menyalahkan orang lain. Kenapa tidak dibalik saja kasusnya, ketika semua berhasil semuanya dari orang lain tetapi ketika salah ya harus membesarkan ego dan menyalahkan diri sendiri. Lebih fair untuk mengakui kesalahan dibandingkan membanggakan sesuatu yang belum tentu itu memang dari tanggung jawabmu. Lebih terhormat orang yag mengakui memang salah dalam tanggung jawab dibandingkan menyalahkan orang lain padahal itu tanggung jawab diri sendiri. Picik memang hati dan nurani seseorang menganggap diri selalu luar biasa tapi lemah ketika semua tak sejalan dengan logika.

Senin, 01 Maret 2021

DEDIKASI PADA DIRI SENDIRI

Boleh gak seh mendedikasikan sisa waktu untuk berada terus disebuah instansi? Dampaknya baik gak ya buat perkembangan kemampuan seseorang? Bisa berkembang dan melihat hal lain yang lebih besar diluar sana gak ya? Bukannya akan menjadi hal yang monoton mengerjakan sesuatu hanya seperti itu saja? 

Belum tau juga seh, soalnya sampai saat ini pun aku juga masih mendedikasikan hidupku pada suatu instansi. Menggelontorkan waktuku hampir semuanya kedalam implementasi suatu instansi. Terpikir memang untuk mencoba berdedikasi pada diri sendiri, mengimplementasikan mimpi yang selama ini diharapkan menjadi sebuah action yang dinantikan. Menurut pandangan gua pribadi sebenernya lebih setuju dengan pengembangan dedikasi diri sendiri. Disitu kita bisa menghargai waktu sendiri, melihat banyaknya hal besar yang lebih jauh dan pastinya mampu mengimplementasikan mimpi yang selama ini diharapkan. Mungkin hanya pemikiran kosong gua juga seh yang tersirat tanpa menganalisa lebih jauh dan detail. Tapi memang pikiran-pikiran seperti ini rasanya membuat diri tergugah dan tersadar apa sebenarnya yang ingin dikejar. Lebih memilih menjadikan diri sendiri ini mau menjadi seperti apa dengan sebuah kebebasan waktu. Sulit memang banyak hal yang harus dipertimbangkan terutama untuk menjalani sebuah kehidupan. Ada beberapa hal yang harus dikalahkan dan ego yang harus dihentikan terlebih dahulu untuk mengubur harapan sementara. Ya setidaknya pikiran gua gak berhenti begitu saja, harus berani menggali impian lagi demi menemukan dedikasi untuk diri. Menjadikan semua hal yang dirasa tak mungkin menjadi mungkin karena implementasi. Gak ada yang salah berada di zona ternyaman seseorang, menjadikan tenang maybe, menjadikan nyaman maybe pandangan dan sudut yang berbeda dari seseorang. Tapi yang paling penting menurut gua, coba berpikir lagi untuk mendedikasikan waktu untuk diri sendiri, maybe akan menemukan kenyamanan yang lain. Kenyamanan yang selama ini belum pernah ditemukan dengan banyak waktu yang dimiliki untuk apresiasi diri. Tak terikat dalam sebuah detikan waktu, lebih bebas mengembangkan diri dengan banyaknya waktu. Ingat bebas bukan berarti malas ketika memang sudah memutuskan ya harus benar-benar yakin menjalankan. Ini yang harus dikerjakan bukan muak dengan semua persoalan.

Jumat, 22 Januari 2021

Hallo Weekend

Hallo Weekend....

Wajah bulan sabit melengkung dengan penuh gembira menyambut libur di akhir minggu. Degup kencang jantung dan mood seseorang naik ketika moment yang ditunggu akan segera hadir. Planning yang telah direncanakan berhari-hari akan segera dilaksanakan guna mengobati kerumitan hari-hari yang mungkin menguras diri dan emosi. Ada banyak cerita memang tentang sebuah hari yang ditunggu banyak orang dan diharapkan moment itu bisa berjalan lebih lama. Weekend mengajarkan seseorang untuk mengapresiasi atas jerih payahnya menjalani hari sebelumnya. Mengajarkan akan pentingnya diri beristirahat atau bahkan recovery diri untuk mulai berjuang kembali esok hari. Weekend... salah satu wadah yang tak bisa tertampung atau bahkan random tidak bisa digolongkan untuk apa waktu itu. Memulai hari dengan hobbi atau bahkan memulai hari dengan usaha baru, atau mungkin juga memulai hari dengan secangkir kopi diteras rumah berjemur dengan memandang kicauan burung dan gemericik air di kolam ikan. Seru banget ya ketika weekend itu hadir, memberikan energi luar biasa kedalam diri menenangkan diri dengan mengkosongkan sebentar pikiran sebelumnya. Santai, nyaman, tenang, tanpa ada kericuhan walaupun hanya hitungan jam.

Jumat, 15 Januari 2021

Mencari Pencarian

Apa seh yang dicari dalam sebuah proses pencarian?

Pastinya hal penting yang selama ini disimpan, diharapkan dan akan selalu dikenang. Atau bahkan ada deskripsi lain untuk sebuah pencarian. Menemukan sesuatu baru, menemukan pembelajaran baru, menemukan segala hal tentang sebuah pembaharuan. Perlukah seseorang terus mencari apa yang ingin dicari???

Aku selalu mencari sebuah pencarian untuk mendapatkan sebuah pesan. Mencari setiap jejak yang muncul dengan tanda yang diberikan. Mengikuti dan memecahkan tanda dengan rumus yang mungkin hanya aku sendiri yang menerkanya. Demi menemukan sebuah pesan dalam sebuah pencarian yang mungkin hanya aku sendiri juga yang mencarinya.

Belum menemukan apa yang selama ini dicari, tapi itulah sebuah pencarian. Terus menggali lebih dalam, memangkas rimbunnya tumbuhan ilalang demi menemukan jalan untuk terus mencari. Membiasakan diri untuk terus berpikir dengan memecahkan simbol pertanda dalam sebuah pencarian.

Jumat, 08 Januari 2021

HAI BRO AND SIS

 Hai Bro & Sis, Sudah berbeda waktu dan ruang ternyata. Sedikit sulit memang menyatukan kembali dalam lingkup yang sama. Ada kalanya kita terus bergerak dengan action masing-masing. Ada kalanya juga kita ingin mengulang dalam ruang yang sama. Tapi tenang tak perlu resah, mendoakan satu sama lain menjadikan kita berada dalam satu frekuensi.

Mungkin memang sudah waktunya dan ada masanya kita mengembangkan diri setiap pribadi. Menemukan langkah yang berbeda untuk membuka ruang yang lain. Membuka diri untuk mengisi kembali hal baru yang terus dipelajari.

Harus berani keluar dan membuka jalan baru, jangan takut untuk melihat kejutan di esok hari. Kalau kata temen gw seh masalah hari ini ya udah selesaikan dan tidur, habis itu kita tunggu aja masalah esok dan pastinya berbeda. Ada benarnya juga seh, gak selamanya hidup dalam keramahan diri. Ya kalau dilihat memang itu harap manusia dengan ketenangan. Tapi kalu dipikir kembali sampai berapa nyaman kita bisa berada diposisi itu tak punya tantangan dan tak ada pengembangan.

Jangan cengeng menjadi orang yang belum kuat, jangan ragu untuk memulai hari yang hebat. Pasti ada celah untukmu terus berkembang dengan melihat. Dunia tak secuil pertemuan yang singkat, tapi lebih luas dengan kekayaan dan pesan tersirat. Jangan mau melihat bongkahan kecil hidup, coba berusaha temukan bongkahan intan permata yang lebih besar lagi. Pastinya semua orang memiliki momen itu, walaupun semua berbeda batas waktu dan tempat tapi yakin waktu kita sama kok tidak kurang dan tidak lebih.   

Sama-sama mendoakan saja ketika Pencipta selalu menjaga pasti kita semua terjaga, ya karena doa kalian masing-masing. Saling mengerti satu sama lain bukan untuk pergi tapi hanya untuk membiarkan rindu mengalir lebih dalam. Biarkan saat pertemuan itu hadir kita tak fokus dengan dunia lain, faktor lain dan hanya fokus untuk bercerita sepanjang menghabiskan waktu bersama. Memang kata Dilan rindu itu berat, tapi berujung indah kok ketika semua bisa terlewat.

 

 

Selasa, 29 Desember 2020

PENGHUJUNG TAHUN

 Hmmmm...

    Mau bicara apa ya tentang 2020??? Tahun dimana semua proses dan sendi gerak kehidupan berputar secara drastis tanpa terdeteksi dan tanpa tersadari. Semua hal yang awalnya berjalan lancar seperti biasanya berubah menjadi kehidupan baru dengan transisi yang mungkin sulit namun bisa dilewati dengan berjalannya waktu. Kegiatan yang awalnya berjalan dengan damai dan terplanning baik, berubah menjadi rencana yang gagal direalisasikan atau bahkan ditunda terlebih dahulu sampai batas waaktu yang sampai sekarang kita tidak tau kapan berakhir. Pandemi??? Selama 26 Tahun baru kali ini merasakan betapa berharganya sebuah waktu, berapa besarnya kuasa sang pencipta dan berapa kecilnya diri kita dimuka bumi. Manusia diingatkan kembali siapa sebenarnya dirinya? untuk apa manusia diciptakan? dan bermuhasabah dengan apa yang telah dilakukannya. Pelik memang mengingat waktu demi waktu di tahun ini, rasa bosan, terbatas, terpenjara, dan ingin mengatakan freedom kembali seperti sebelumnya. Akan tetapi belum waktunya untuk berucap itu. Manusia diajarkan kembali untuk memulai hari baru, kegiatan baru dengan cara yang baru. Sulit memang pada awalnya tapi setelah transisi dijalankan lama kelamaan mulai terbiasa, akan tetapi tidak semua hal bisa dilewati. Contohnya waktu bersama keluarga, bertemu keluarga, pulang kampung halaman, nongkrong bareng teman, dan lain-lain masih tetap terbatas. Bagaimana kita menahan ego untuk saling melindungi satu sama lain agar semua kembali normal lagi.

    Pada tahun ini kita sudah mulai mengerti mulai memahami apa arti waktu yang sebenarnya, poin penting dalam pembelajaran ditahun ini. Pentingnya waktu dan pentingnya mengatur waktu menjadi pembelajaran yang harus terus diingat sampai langkah kedepan. Semakin kesini kita semakin sadar dan banyak sekali evaluasi diri, banyak juga hal baru yang dilakukan bahkan diciptakan mulai dari usaha baru, hobbi baru, kegiatan baru sampai tren terbaru juga ada ditahun ini. Awalnya kita memandang tahun suram, tahun mati suri kalau gw boleh bilang, kenapa? harus gerak walaupun sebenarnya mati. Harus terus berjalan walapun kondisi tak menentu dan tak bisa diprediksi lagi untuk saat ini. Tahun yang akan jadi cerita panjang dalam sejarah manusia dimuka bumi ini, tahun yang menjadi history anak cucu nanti. Tuhan memang sudah merencanakan ini semua, merencanakan hal yang tidak aka pernah kita duga sebelumnya (pastinya yang terbaik). Sebenernya ditahun ini kita sendir yang harus sadar dan mengenali siapa sebenarnya diri kita, baik dari potensi kemampuan, pengembangan diri, inovasi, kreatifitas,keseimbangan diri dan lain-lain. Atau mungkin ditahun ini manusia sudah mulai lupa dengan siapa penciptanya, yang membuat manusia berambisius menciptakan apapun yang belum pernah ada bahkan tak sadar siapa sebenernya pencipta sesungguhnya. Kalau kita telisik dari sudut pandang gw sendiri sebenernya ulah kita sendiri terhadap manusia, hewan, tumbuhan, waktu dan lain-lain. Mulai dari merusak, merekayasa, membual, dan lainnya yang sebenarnya itu dampak buruk bagi manusia sama halnya pisau bermata dua kembali ke diri sendiri.Contohnya di China yag akhir-akhir ini ramai menciptakan matahari yang panasnya dikatakan melebihi matahari, kalau kita berpikir logis untuk apa? kita sudah punya matahari yang berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan manafaat yang luar biasa kenapa gak kita jaga saja lingkungan untuk menjaga matahari juga. Manusia hanya berpikir keuntungan kedepan padahal dampaknya jika ada problem ditengah proyek pembuatan apa gak meledak itu seluruh dunia  gara-gara ulah kita sendiri. Berinovasi dan memiliki kreatifitas boleh tetapi dipikir kembali resiko yang akan didapatkan nantinya. Ketentuan yang sudah ada mari kita jaga bukan menciptakan duplicate atau hal baru yang menentang atau bahkan manantang ciptaan sang pencipta. Miris memang jika kita melihat ulah kita sendiri, maka dari itu pentingnya agama untuk mengkontrol perilaku manusia itu sendiri tidak berlebihan dan tamak akan suatu hal.

    Tahun 2020 sudah kita lewati diujung hari segera kita akan menyongsong 2021 kita tidak tahu ada hal apa yang akan terjadi tapi yakinlah diri kita mampu melewati. Masih akan sama diawal tahun kita memiliki pola yang sama ditahun sebelumnya, kebiasaan baru yang menjadi keharusan dan kewajiban yang tak bisa ditinggalkan. Mari bersama kita bermuhasabah yang utama kediri kita sendiri akan hal aa yang ingin kita perbaiki dan hal apa yang akan kita jalankan kedepan dengan menambahkan faktor baru disemua hal (protokol kesehatan). Berdoa kembali kepada sang pencipta agar ditahun depan kita diberikan waktu yang lebih baik dari tahun sebelumnya, kenikmatan yang lebih baik lagi dan keberkahan dalam setiap langkah kita (jangan lupa bersyukur). Manusia memang tempat salah, tamak, dan rakus akan semua hal tapi manusia diciptakan dengan derajat yang baik dan tinggi untuk selalu memoghon ampun, mengevaluasi dan memperbaiki serta tidak ingin melakukannya kembali (Taubat). Tahun istimewa seperti hal nya slogan Yogyakarta, menjadikan tahun ini menjadi sejarah baru buat penulis terutama dan tentunya sejarah panjang peradaban manusia. 


"Penghujung tahun 2020 menciptakan story masing-masing orang, meciptakan apa yang belum pernah diciptakan sebelumnya, dan menyadarkan manusia tentang eksplorasi diri dalam hati"



Minggu, 20 Desember 2020

HANYA RESAH

Apa seh kerjaan Lu saat ini? 
Merasa nyaman gak seh sama kerjaan sekarang?
Udah dapet pengalaman apa aja seh?
Masalah Pendapatan bagaimana?
Jenjang karir seperti apa? 
Kalau masalah libur gimana? 
dan lain-lainnya....

    Banyak gak seh pertanyaan seperti ini baik dari diri sendiri, teman, keluarga atau bahkan orang lain. Kalau dari gua sendiri sangat kerasa akan hal apalagi pekerjaan yang tak selintas dengan hal yang kita sukai atau bidang yang dipelajari sebelumnya. Sudut pandang gua sendiri seh memang kurang nyaman akan hal ini, tekanan bagi diri sendiri ketika gak bisa beradaptasi dan berkembang, kurangnya support, kurangnya apresiasi, kurangnya liburan bahkan membaut gua sendiri stress. Banyak waktu yang gua curahkan hampir 70% sendiri maybe untuk kerjaan bahkan waktu untuk berkumpul dengan kelaurga bisa dibilang 5% dari waktu hidup setelah bekerja itupun menurut gua 5% sudah gede dan bersyukur banget kalau bisa begitu. Banyak waktu yang kita habiskan untuk bekerja tapi tidak ada hal baru yang buat kita berkembang, hanya rutinitas pagi pulang sore berganti hari sampai akhirnya bertemu dengan weekend. Weekend libur memang tapi titik sadar berkata "capek ya pulang kerja, udah ah istirahat aja besok juga udah masuk lagi". Pasti ada momen seperti itu dalam diri gua sendiri, entah karena ego sendiri, kemalasan sendiri, atau bahkan memang tingkat stress dari sebuah pekerjaan. Sulit memang kalau dilihat dari sudut pandang sendiri pasti diri sendiri inginnya nyaman dan tenang tapi sulit untuk ditakar.
    Pekerjaan yang dilakukan dikantor selesai apa benar sudah selesai?...
Pernah gak lu ditelfon jam 22.00, 23.00, 24.00 WIB buat ngomongin kerjaan dan masih kena omel kanan kiri, paling parahnya lagi waktu weekendmu diambil untuk ngurusin kerjaan ditelfon sana sini berucap buka email, kirim data ini, kerjain ini cepet dan lain-lain. Kalau gua bisa bertemu dengan orang-orang seperti ini gua pengen ngomong tapi sesama manusia biasa " apa seh yang sebenernya dicari sampai mengorbankan waktu untuk istirahat, waktu untuk kumpul dengan keluarga, waktu untuk melepas penat 6 hari di kantor, pernah gak seh berpikiran segitunya untuk semua orang dalam posisi apapun. Apa benar kata orang-orang "kamu kerja sekeras apapun sampai habis waktumu tapi ketika lu sakit atau bahkan sampai meninggal keluargamu yang sedih udah jarang ketemu sekalunya berkumpul dalam dimensi lain, sedangkan perusahaanmu seperti apa? mencari karayawan baru untuk menggantikan dirimu" just it selesai. Sekarang tinggal diri kita masing-masing udah bagaimana mengatur waktu tapi yang harus disadari memang mencari penghasilan untuk keluarga tapi ketika diri kita sendiri tidak bisa menikmati tubuh sendiri dengan keluarga ya apa jadinya tidak ada bukan.
    Hal seperti ini berdasarkan perasaan gua saja, kegelisahan yang gua alamin saat ini dan belum membayangkan juga ketika nanti berkeluarga apakah pola pikir ini berubah atau tidak. Kalau menurutku pribadi memang manusia itu penuh ambisi tapi kalau dipikir lebih dalam lagi apakah ambisi itu mempengaruhi diri atau gaya hidup atau bahkan ambisi itu yang membuat kita terpacu, atau ambisi juga yang membuat manusia menjadi seperti gua saat ini stress dengan kegelisahan sendiri. Apa Gua gak bersyukur ada kerjaan dan diposisi ini, pasti gua bersyukur kok walapun masih ada pikiran seperti ini, cuma mungkin ini jadi cambuk utnuk gua pribadi melihat dari berbagai macam sudut pandang. Tapi yang harus gua tekankan ketika seseorang memimpin apapun perusaahannya atau usahanya coba lihat kembali dasar kalian melangkah itu dari bawah bukan dari atas, pondasi yang kokoh itu dari bawah bukan dari atas. Ketika pindasi atau langkah dbawah aja diabaikan ya siap runtuh, ketika dibawah digempur berlahan ya akhirnya retak dan roboh. Ketika pondasi tak dihargai baik ya akhirnya mangkrak tidak terurus lekang dengan waktu. Halah paling mentalmu aja yang tempe lemah??? mungkin seperti itu sudut pandang lain,ada benarnya juga seh. Tapi ketika orang yang diatas berucap seperti itu kebawah gua yakin gak lama lah semua yang orang harapkan tak akan pernah tercapai akhirnya rapuh dan runtuh karena tak menghargai dan tak menengok siapa pondasinya yang buat dia menancapkan bendera diatas.
    Hal terbaik menurut gua memang kerja untuk diri sendiri, menghasilkan untuk diri sendiri, cukup tanpa memandang gaya hidup, mengatur waktu dengan baik, bercerita bertukar argumen dan opini dengan keluarga, menghabiskan waktu mundur kita dengan orang yang selalu ada disamping kita setiap detiknya cukup buat kita menyadari apa sebenarnya tujuan hidup. CUKUP cukup untuk mengerti apa tujuanmu.


Kamis, 17 Desember 2020

APES KURANG BERUNTUNG

 Seseorang pernah berkata, "ahhh kurang beruntung hari ini apes semua yang direncanakan gagal".

    Sering gak seh kita dengar orang ngedumel seperti itu dikehidupan sehari-hari?. Pastinya banyak banget dan sering banget orang mengeluh seperti itu. Seseorang menganggap dirinya kurangberuntung atau bahkan apes dengan kejadianyang sedang menimpa dirinya. Keluhan-keluhan yang sering terucap tanpa kita sadari menurunkan derajat kita sendiri dan tanpa kita sadari pula omongan kita adalah doa untuk diri kita sendiri. Apakah hal ini wajar? Sebagai manusia tentunya tidak kaget lagi dan wajar melihat tabiat manusia itu sendiri yang sering mengeluh. Manusia diciptakan dengan kesempurnaan pada dirinya (fisik) tinggal bagiamana kita memperbaiki karakter dan sifat pada diri manusia. Ada masanya mengeluh tapi ada masanya juga segera sembuh dan tegak kembali untuk memperbaiki. Terkadang kita juga lupa sering banyak mengeluh tanpa adanya introspeksi pada diri sendiri yang membuat diri sendiri akhirnya jatuh. Hati-hati juga dalam setiap apa yang kita ucap, mengandung doa untuk diri sendiri berucaplah dengan ucapan yang terbaik agar ucapan itu jadi doa bagimu dan penyemangat dirimu.

    Pada dasarnya memang sifat manusia seperti itu, ada kalanya juga memang kejadian yang kita alami tak sesuai dengan apa yang sudah kita perjuangkan. Akan tetapi jika kita mencoba melihat lebih dalam ke sudut pandang yang lain pernah gak seh kita berpikiran, mungkin ini belum saatnya? mungkin masih banyak kesalahan? mungkin masih belum siap? dan berbagai banyak mungkin yang lain. Tanpa disadari juga rencana manusia tak lepas dari campur tangan sang pencipta, mungkin seseorang sudah merencanakan yang terbaik disaat itu tapi sang pencipta menahan dulu dan akan memberikan yang lebih baik dari hal tersebut. Mungkin kita disuruh utnuk berpikir lebih lagi utnu memperbaiki kesalahan yang menurutmu sempurna tapi disisi orang lain belum. Mungkin juga dirimu sendiri belum siap untuk menjalankan hal tersebut masih butuh belajar dan mendalami hal itu. Kenapa jadi banyak mungkin heee, nanti jadi menjatuhkan mental dan semangat kita?. Menurutku gak, tinggal bagaiaman kita bersikap menjadikan keraguan pertanyaan dengan hal positif untuk perbaikan atau melihat dari sisi negatif yang akhirnya menjatuhkan. Pilihan tetap ada pada diri masing-masing, dan seseorang dibentuk bukan karena selalu berhasil 100% dan tak pernah gagal maybe ada tapi 0,000001% (orang dalam). Pada umumnya dan sebagian besar seseorang dibentuk karena timpaan kegagalan yang merubah cara berpikir dan caara pandang orang tersebut untuk menghabiskan sisa gagalnya demi keberhasilannya. 

    Apes memang ketika kita menyalahkan kondisi, tanpa kita menilik seberapa banyak kondisi lain yang memberikan warna dalam diri sendiri. Kondisi dimana lebih banyak hal baik yang kita terima tapi diacuhkan oleh hal kecil yang tak sesuai dengan kenyataannya. Apes memang ketika seseorang hanya memandang sedikit persoalan tapi lupa banyak solusi dari persoalan. Apes memang ketika tanpa kita sadari diri kita bergelut dengan emosi, pikiran, ego dan sifat yang ada di diri manusia itu sendiri. Apes memang memikirkan banyak hal yang sebenarnya kita sendiri yang menciptakan.


"Dirimu jadikan kuat dalam ragamu, jadikan kokoh pada prinsipmu, jadikan kreatif pada otakmu, jadikan taat pada penciptamu"


    

Rabu, 09 Desember 2020

KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN DIRI

 Kreativitas atau Kreatifitas heee...     

    Kalau dalam KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia) Kreativitas yang artinya kemampuan untuk menciptakan sesuatu. Kreativitas sendiri muncul dari dalam diri seseorang ketika seseorang tersebut memiliki pemikiran dan kemampuan untuk melihat peluang yang belum ada pada diri sebelumnya. Kalau menurut gue semua orang memiliki kemampuan ini dan kemampuan ini sendiri bisa dipelajari dan diciptakan oleh diri sendiri bukan dari bawaan lahir atau keturunan. Kreativitas bebas diciptakan oleh seseorang selagi itu memberikan dampak baik dan dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya. Selama manusia ingin selalu mengembangkan diri dan melakukan perbaikan atau bahasa sekarangnya upgrade apapun itu pasti akan muncul pemikiran kreatif dan terobosan-terobosan baru yang sebelumnya belum pernah dilakukan oleh orang tersebut. Apakah kreativitas itu muncul dengan sendirinya? Atau bahkan kreativitas itu diwariskan dari kelaurganya atau Gen? atau bahkan ada fakta lain tentang kreativitas?. Banyak ternyata yang harus dipelajari tentang hal ini, termasuk bagaimana kita mengembangkan jiwa kreatif dalam diri.

    Menurut gue sendiri, Kreativitas sebenernya bukan muncul dengan sendirinya mungkin ada juga beberapa yang seperti itu. Tapi selam perjalanan yang gue lewatin jiwa kreatif itu mncul ketika ada pemantik atau seseorang terpacu untuk bergerak melakukan sesuatu. Pada intinya diri seseorang melihat peluang dan ingin menjalankan peluang itu guna untuk mengasah kemampuan diri sendiri. Contohnya, seseorang melihat keindahan foto naik dari design, objek atau bahkan pengeditan dan lain-lain, nah dari situ orang tertarik untuk melakukan hal yang sama akan tetapi dengan versi diri sendiri. Ketika dia tertarik dan ingin belajar maka disitu muncul benih kreatif yang perlu dia kembangkan untuk menciptakan hal yang sama atau bahkan hal baru yang belum pernah orang lakukan sebelumnya, sehingga membuat orang tersebut berpikir kreatif dan muncullah kreativitas pada diri sendiri. Menciptakan jiwa kreatif banyak cara tergantung bagiamana seseorang itu mengembangkan kemampuan diri untuk mau berporses dalam hal apapun. 

   Pada dasarnya Kreativitas bukan terbentuk karena Gen atau warisan dari orang tuanya, tapi lebih ke proses pencarian seseorang menemukan jati dirinya sendiri. Mungkin juga ada beberapa tapi itu pun menurut gue mereka melihat kegiatan sehari-hari orang tuanya sehingga mereka melakukan hal yang sama untuk membentuk dirinya. Kembali lagi memang kreativitas muncul ketika seseorang memiliki keinginan dan ada peamantik untuk melakukannya. Kreatvitas bisa dibentuk, bisa dipelajari, dan bisa dikembangkan untuk membuat diri kita sadar siapa sebenernya jati diri kita sendiri. Apa yang akan dilakukan untuk menobatkan siapa dirinya, menciptakan sesuatu yang berguna bagi dirinya dan bahkan untuk orang lain disekitarnya. Seru memang pengembangan diri terutama pengembangan jiwa kreatif soalnya kalau menurut gue sendiri kreatif itu gak ada batasan dan kreatif itu sendiri tidak memiliki tolak ukur selagi itu membuat seseorang melakukan hal baru atau upgrade sesuatu yang baru dalam dirinya itu sudah termasuk dalam jiwa kreatif. Mencoba menjadi jiwa kreatif pada diri sendiri terlebih dahulu baru kemudian menjadi kreatif yang bermanfaat bagi banyak orang.

    Apakah ada fakta-fakta menarik tentang kreativitas? Pastinya banyak sekali. Tidak dipungkiri memang kreativitas itu muncul di setiap jiwa seseorang tanpa terkecuali, yang membedakan hanya bagaimana seseorang itu menjalankan pola pikir kreativitasnya. Ada kasus umum mungkin yang kita sering tau bahkan dengar, seseorang memiliki jiwa kreatif bahkan bisa jadi bakat dirinya sendiri akan tetapi dia memiliki sifat yang malsa dan tidak mau menjalankan atau mengembangkan jiwanya yang kemudian lama kelamaan kreativitas pada dirinya hilang. Bahkan sebaliknya seseorang tak memiliki bakat atau pemikiran kreatif sebelumnya mencari tau apa yang ada pada dirinya dan diluar sana yang bisa dikembangkan dan dilakukan pada dirinya akhirnya muncul ide-ide yang diluar nalar dia sebelumnya. Ada juga yang memiliki jiwa kreatif tapi tidak ada perantaranya untuk menuangkan kreasi dia, tapi menurutku ini seharusnya tidak membatasi kita untuk berhenti berkreasi selagi ada celah walaupun kecil tapi jiwanya teguh pastinya ada jalan. Ini kasus yang umum terjadi pada sekeliling kita saat ini yang mana memang kita sendiri yang harus menggerakkan tubuh dan pemikiran kita sendiri untuk melakukan pembaruan pada diri sendiri. Membuat kemampuan diri lebih meningkat, menciptakan kemampuan diri yang sebelumnya belum ada, dan membuat orang lain merasakan dampak dari perubahan yang kita lakukan.     

       Pesan terakhir dari gue, jangan sering mendengarkan omongan orang lain terutama yang negatif kita harus pintar-pintar dalam menyaring mana hal positif yang bisa kita ambil dan mana hal negatif yang akan kita buang. Jangan sekali-kali menerima semua informasi dan memikirkan semuanya dengan mentah coba cari terlebih dahulu faktanya. Gak lama kok mencari tau kebenaran atau fakta di era sekarang dengan akses yang mudah dilakukan. Kenapa seperti ini biar kita menerima hal positif untuk pengembangan diri dan sekedar tau hal negatif yang harus kita hindari. Kalau seseorang memikirkan semuanya maka akan menjadi penghalang pada diri sendiri rasa takut, minder, ego, dan lain-lain membuat diri kita tidak mau berjalan. Tapi ketika kita bisa menyaring informasi dengan baik akan muncul ide-ide baru, mau mempelajari hal yang belum pernah dipelajari dan tidak segan ketika sudah tau akan segera menerapkannya pada diri sendiri terlebih dahulu sebelum ke orang lain. Sangat penting sekali bagiamana kita menemukan jiwa kreatif ini pada diri sendiri, ada berbagai macam faktor dari internal diri sendiri bahkan dari eksternal yang memberikan hal negatif sehingga menghambat diri sendiri untuk melakukannya. 

        Memiliki kemampuan diri, memiliki jiwa kreatif penting dalam era saat ini, dengan perubahan hal apapun yang sangat cepat membuat kita berpikir keras untuk bisa mengembangkan diri sendiri. Selama kita tidak bisa mengupgrade diri sendir lama kelamaan diri kita terkikis dan tidak siap dalam mengahadapi hal baru diluar sana. Maka dari itu mari kita bersama saling mengenali diri, belajar dan menciptakan diri kita untuk siap mengahadapi hal yang ada didepan yang sampai saat ini kita belum tau apa yang akan terjadi didepan kita. Lebih bagus lagi kita bisa merencanakan apa yag aka  dilakukan kedepan dan apa yang akan terjadi dimasa depan, disini tingkat reativitas kita mulai ditingkatkan. Gue sendiri sebenernya sadar akan hal ini ya baru beberapa bulan yang lalu tentang kreativitas, dimana kalau kita lihat sekarang dunia industri kreatif marak dan hampir disemua hal pasti memiliki kreasi masing-masing. Nah dari situ gue berpikir apa yang bisa gue lakuin buat memperbaiki kemampuan gue. Memang bertanya pada diri sendiri itu penting dan perlu, pertanyaan-pertanyaan apapun itu selagi kita bisa lakukan dan pelajari jalankan tapi inget jangan sampai kita sendiri memiliki banyak pertanyaan tapi malah bikin kita bingung menjawab dan menjalankan. Dan yang paling penting lagi coba apresiasi diri kita, sudah sejauh ini diri kita berada dititik ini dengan kondisi senang, bahagia, sedih, kecewa, sakit dan lain-lain masih tegak beridiri dan kuat untuk terus berjalan. Semua hal kompleks dan salig berhubungan jika salah 1 hal penting dari diri kita yang rusak atau putus maka tak akan berfungsi normal kembali untuk kedepannya. Tetap kenali diri sendiri, ingat pada prinsip diri sendri, lakukan hal apapun selagi itu baik buat dirimu, tidak merugikan orang lain dan bertanggung jawab dengan apa yang dilakukan, terakhir iringi dengan doa mu. Jadikan hal positif untuk memicu mu dan jadikan hal negatif pembelajaran untuk kau hindari.


"Kreativitas tak kan pernah mati selagi jiwa kita masih dapat bergerak, Kemampuan diri tidak akan pernah berhenti selagi diri kita tau siapa diri sendiri". 


Memoles Kepribadian di Balik Akun Social Media

“Memoles Kepribadian di Balik Akun Social Media” Fenomena perkembangan teknologi modern yang berkembang pesat dan tidak bisa dibendung arah ...