Ada banyak kejadian yang
dirasakan yang akhirnya memberikan pelajaran untuk mengingat sebuah kesalahan.
Ketika seseorang ditanya kenapa bisa seperti itu? Sebagian besar orang akan
menyalahkan orang lain dan faktor lain tanpa melihat koreksi di diri sendiri. Lebih
mudah memang untuk menyalahkan faktor eksternal daripada menyalahkan faktor
internal diri sendiri. Justru yang ada membenarkan apa yang salah dalam diri
untuk mencari kesalahan dalam orang lain. Tabiat manusia memang tak mau
mengakui kesalahan dan justru memutarkan kesalahan. Cukup besar memang ketika
seseorang mengemban sebuah tanggung jawab, tapi yang paling penting seberapa
sadarkah kita dengan tanggung jawab dan apa yang kita berikan untuk tanggung
jawab. Tanggung jawab ketika berhasil membanggakan diri sendiri membesarkan ego
sendiri tapi kenapa ketika tanggung jawab luput dan salah justru menyalahkan
orang lain. Kenapa tidak dibalik saja kasusnya, ketika semua berhasil semuanya
dari orang lain tetapi ketika salah ya harus membesarkan ego dan menyalahkan
diri sendiri. Lebih fair untuk mengakui kesalahan dibandingkan membanggakan
sesuatu yang belum tentu itu memang dari tanggung jawabmu. Lebih terhormat
orang yag mengakui memang salah dalam tanggung jawab dibandingkan menyalahkan
orang lain padahal itu tanggung jawab diri sendiri. Picik memang hati dan
nurani seseorang menganggap diri selalu luar biasa tapi lemah ketika semua tak
sejalan dengan logika.
Minggu, 28 Maret 2021
Picik Tingkah Manusia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Memoles Kepribadian di Balik Akun Social Media
“Memoles Kepribadian di Balik Akun Social Media” Fenomena perkembangan teknologi modern yang berkembang pesat dan tidak bisa dibendung arah ...
-
Boleh gak seh mendedikasikan sisa waktu untuk berada terus disebuah instansi? Dampaknya baik gak ya buat perkembangan kemampuan seseorang? B...
-
Hiruk pikuk keriuhan hari selalu menjadi bahan untuk memulai hari yang bisa dibilang berlalu seperti waktu yang tak pernah henti. ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar