Haiii Kamu…
Sebelum kamu datang aku sering
banget lho nulis sesuatu heee, mulai dari kegelisahan diri sendiri, proses
kedewasaan yang gak dewasa-dewasa, masalah romansa percintaan sendiri banyak
hal dan asal nulis aja sesuai yang dirasain. Semakin banyak menulis bukan buat
aku semakin terpacu untuk diri sendiri, malah semakin kosong juga apa yang aku
jalanin dan akhirnya berhenti menulis Kembali. Bukan tidak suka atau hanya ikutin tren semata tapi belum ada lagi objek terbaik dan hal baru yang bisa aku
tuliskan dalam selembar kertas putih. Sebenernya hanya pengen menulis kehidupan
yang baru tidak mengingat hal dulu dan ingin menggores di moment indah yang
baru. Yahhh akhirnya bisa Kembali lagu untuk nulis sesuatu hiii…
Kamu hadir pada saat itu tanpa
ada orang yang memperkenalkan, tanpa tau seluk beluk dirimu siapa main asal
kenalan saja sudah. Walaupun memang diriku ini kaku seperti kanebo kering kalau
kamu bilang heee tapi memang aku sadar diriku seperti itu ke seseorang yang
baru dikenal terutama perempuan. Ngobrol kesana kemari masih tetap begitu saja
datar sampai-sampai sering sekali berantem dan menemukan jalan buntu hingga hilang
begitu aja (ada kali 4x heee). Tapi entah kenapa kembali lagi kembali lagi kamu
hadir yang awalnya aku ragu justru buat diriku penasaran kenapa bisa begini.
Terus berulang tapi kamu selalu ada dan dekat, jujur dirikupun sebenernya
mengharapkan hal itu dan pengen kamu tetap kembali ada. Skenario yang Allah berikan
mungkin buat kita saling mengenal karakter satu sama lain, biar bisa saling
mengerti satu sama lain. Ohh iya satu lagi kata kamu yang selalu aku ingat “Kamu
tuh orangnya gak peka” heee mungkin kalau laki-laki denger yaelah memang cewek begitu kali. Tapi kalau dari sudut pandangku
setelah disadarkan ternyata ada hal lain yang ingin dia sampaikan tapi diriku
mengangap itu hal yang biasa saja, dan ketika memang ikut tes kepribadian ya
memang hasilnya weakness ku yang pertama tidak peka heee.
Sampai suatu hari ketika pertengakaran
dipuncak-puncaknya kamu berucap, memang aku salah menilai kamu aku mencoba
membuka kembali untuk kamu masuk tapi ternyata aku udah offside terlalu salah
menilaimu, introspeksi diri dong udah berkali-kali seperti ini gak peka banget,
sampai drama di blok WA, LINE semuanya heee. Tapi entah kenapa setelah kejadian
itu aku mikir lagi gimana caranya bisa hubungin dia soalnya semua akses di blok
sampai akhirnya Kembali ke jaman kolonial SMS yang menyelamatkan heee minta
maaf waktu itu lewat SMS. Walaupun baru dibalas beberapa hari dan ketika balas
itu lewat WA sambal SC SMS tadi heee, kamu muncul kembali dengan satu buah picture
surat ternyata kabar kurang baik dinyatakan psoitif Covid sedih sejujurnya
habis pertengkaran itu selang beberapa hari dirimu dinyatakan sakit. Berawal
dari situ semua kembali lagi mengalir percakapan demi percakapan, introspeksi
sana sini akhirnya bisa kembali lagi. Ehh ada part sebelum itu juga seh… habis
aku mita maaf itu sebenernya aku udah mau hilang dari dia dan aku memutuskan
untuk gak mau deket sama perempuan dulu yaa memperbaiki diri dulu lah. Aku
pernah ngomong aku gak mau buat kamu sedih lagi, aku gak mau ngerusak mimpimu
aku pengen perbaiki diri dulu. Langsung sontak dia nada tinggi ternyata kamu
gak berubah ya dasar laki-laki gak bertanggung jawab wahhh emang aku ngapain
dalam pikiranku. Main asal pergi gak tanggung jawab serasa semua urusan selesai
kalau kamu masih begini kapan hal begini bisa selesai kalau kamu mau meperbaiki
diri hanya didirimu doang percuma. Yuk kita perbaiki berdua kamu harus tanggung
jawab bukan main asal pergi begitu aja, ingetin aku juga kalau aku salah, kasih
tau dan bimbing aku juga. Dari situ kayak kesamber petir ditengah planet Mars
heee lebay banget langsung sontak kaget dan diem. Langsung kebayang ohhh
ternyata diriku begini, salahku disini, introspeksinya disini semua keluar yang
akhirnya buat sadar ternayat diriku ini masih banyak hal yang harus diperbaiki
tapi bukan dengan cara pergi. Berawal dari situ akhirnya perbaikan demi
perbaikan mulai dilakukan awalnya yang kaku pembicaraan ternyata Ketika ditetesin
air kanebonya ya mulai gak kering lagi lebih terbuka. Hal-hal yang gak peka
mulai perlahan mengerti ohh ternyata begini to maunya, pengen diriku seperti
ini dan lain-lain. Pada akhirnya perjalanan ini pun berlanjut menjadi sebuah keterbukaan,
ketertarikan, dan mulai untuk Menyusun sebuah komitmen berdua. Aku tau seh ini
mungkin terlalu singkat juga waktunya dibalik semua itu gak bisa diceritakan
semua juga masih banyak momen yang lain ya maybe moment penting aja yang bisa aku
ceritakan. Dan pada akhirnya mulai menulis kembali dengan hal baru, hal yang
bisa dikerjakan secara langsung membuat sebuah goresan menjadi kalimat indah
untuk ku nikmati sendiri. Sekarang dirimu disampingku tetap erat dalm peluk dan
tetap erat dalam doa. Haii kamu… aku rindu…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar