Selasa, 29 Juni 2021

Tentang Kamu

 Haiii Kamu…

Sebelum kamu datang aku sering banget lho nulis sesuatu heee, mulai dari kegelisahan diri sendiri, proses kedewasaan yang gak dewasa-dewasa, masalah romansa percintaan sendiri banyak hal dan asal nulis aja sesuai yang dirasain. Semakin banyak menulis bukan buat aku semakin terpacu untuk diri sendiri, malah semakin kosong juga apa yang aku jalanin dan akhirnya berhenti menulis Kembali. Bukan tidak suka atau hanya ikutin tren semata tapi belum ada lagi objek terbaik dan hal baru yang bisa aku tuliskan dalam selembar kertas putih. Sebenernya hanya pengen menulis kehidupan yang baru tidak mengingat hal dulu dan ingin menggores di moment indah yang baru. Yahhh akhirnya bisa Kembali lagu untuk nulis sesuatu hiii…

Kamu hadir pada saat itu tanpa ada orang yang memperkenalkan, tanpa tau seluk beluk dirimu siapa main asal kenalan saja sudah. Walaupun memang diriku ini kaku seperti kanebo kering kalau kamu bilang heee tapi memang aku sadar diriku seperti itu ke seseorang yang baru dikenal terutama perempuan. Ngobrol kesana kemari masih tetap begitu saja datar sampai-sampai sering sekali berantem dan menemukan jalan buntu hingga hilang begitu aja (ada kali 4x heee). Tapi entah kenapa kembali lagi kembali lagi kamu hadir yang awalnya aku ragu justru buat diriku penasaran kenapa bisa begini. Terus berulang tapi kamu selalu ada dan dekat, jujur dirikupun sebenernya mengharapkan hal itu dan pengen kamu tetap kembali ada. Skenario yang Allah berikan mungkin buat kita saling mengenal karakter satu sama lain, biar bisa saling mengerti satu sama lain. Ohh iya satu lagi kata kamu yang selalu aku ingat “Kamu tuh orangnya gak peka” heee mungkin kalau laki-laki denger yaelah memang cewek  begitu kali. Tapi kalau dari sudut pandangku setelah disadarkan ternyata ada hal lain yang ingin dia sampaikan tapi diriku mengangap itu hal yang biasa saja, dan ketika memang ikut tes kepribadian ya memang hasilnya weakness ku yang pertama tidak peka heee.

Sampai suatu hari ketika pertengakaran dipuncak-puncaknya kamu berucap, memang aku salah menilai kamu aku mencoba membuka kembali untuk kamu masuk tapi ternyata aku udah offside terlalu salah menilaimu, introspeksi diri dong udah berkali-kali seperti ini gak peka banget, sampai drama di blok WA, LINE semuanya heee. Tapi entah kenapa setelah kejadian itu aku mikir lagi gimana caranya bisa hubungin dia soalnya semua akses di blok sampai akhirnya Kembali ke jaman kolonial SMS yang menyelamatkan heee minta maaf waktu itu lewat SMS. Walaupun baru dibalas beberapa hari dan ketika balas itu lewat WA sambal SC SMS tadi heee, kamu muncul kembali dengan satu buah picture surat ternyata kabar kurang baik dinyatakan psoitif Covid sedih sejujurnya habis pertengkaran itu selang beberapa hari dirimu dinyatakan sakit. Berawal dari situ semua kembali lagi mengalir percakapan demi percakapan, introspeksi sana sini akhirnya bisa kembali lagi. Ehh ada part sebelum itu juga seh… habis aku mita maaf itu sebenernya aku udah mau hilang dari dia dan aku memutuskan untuk gak mau deket sama perempuan dulu yaa memperbaiki diri dulu lah. Aku pernah ngomong aku gak mau buat kamu sedih lagi, aku gak mau ngerusak mimpimu aku pengen perbaiki diri dulu. Langsung sontak dia nada tinggi ternyata kamu gak berubah ya dasar laki-laki gak bertanggung jawab wahhh emang aku ngapain dalam pikiranku. Main asal pergi gak tanggung jawab serasa semua urusan selesai kalau kamu masih begini kapan hal begini bisa selesai kalau kamu mau meperbaiki diri hanya didirimu doang percuma. Yuk kita perbaiki berdua kamu harus tanggung jawab bukan main asal pergi begitu aja, ingetin aku juga kalau aku salah, kasih tau dan bimbing aku juga. Dari situ kayak kesamber petir ditengah planet Mars heee lebay banget langsung sontak kaget dan diem. Langsung kebayang ohhh ternyata diriku begini, salahku disini, introspeksinya disini semua keluar yang akhirnya buat sadar ternayat diriku ini masih banyak hal yang harus diperbaiki tapi bukan dengan cara pergi. Berawal dari situ akhirnya perbaikan demi perbaikan mulai dilakukan awalnya yang kaku pembicaraan ternyata Ketika ditetesin air kanebonya ya mulai gak kering lagi lebih terbuka. Hal-hal yang gak peka mulai perlahan mengerti ohh ternyata begini to maunya, pengen diriku seperti ini dan lain-lain. Pada akhirnya perjalanan ini pun berlanjut menjadi sebuah keterbukaan, ketertarikan, dan mulai untuk Menyusun sebuah komitmen berdua. Aku tau seh ini mungkin terlalu singkat juga waktunya dibalik semua itu gak bisa diceritakan semua juga masih banyak momen yang lain ya maybe moment penting aja yang bisa aku ceritakan. Dan pada akhirnya mulai menulis kembali dengan hal baru, hal yang bisa dikerjakan secara langsung membuat sebuah goresan menjadi kalimat indah untuk ku nikmati sendiri. Sekarang dirimu disampingku tetap erat dalm peluk dan tetap erat dalam doa. Haii kamu… aku rindu…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memoles Kepribadian di Balik Akun Social Media

“Memoles Kepribadian di Balik Akun Social Media” Fenomena perkembangan teknologi modern yang berkembang pesat dan tidak bisa dibendung arah ...